PBB Tekankan Perlindungan Pasukan Perdamaian Dunia

  • 30 Mei 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan pentingnya peran pasukan penjaga perdamaian di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan global
  • Sejak 1948 hampir 4.500 penjaga perdamaian PBB kehilangan nyawa, termasuk 59 personel yang meninggal dunia sepanjang tahun lalu.
  • Menlu Sugiono menyinggung pengalaman Indonesia yang kehilangan empat personel yang bertugas dalam Misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

RRI.CO.ID, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti pentingnya pasukan penjaga perdamaian. Peran mereka dinilai semakin vital di tengah konflik global.

Antonio Guterres menyebut lebih dari 50.000 personel bertugas saat ini. Mereka ditempatkan di berbagai wilayah rawan konflik.

Pasukan penjaga perdamaian menjalankan misi di kawasan berbahaya. Tugas mereka mencakup meredakan ketegangan dan mendukung bantuan kemanusiaan.

Menurut Guterres, kehadiran pasukan menciptakan ruang bagi solusi politik. Mereka juga membantu menjaga stabilitas masyarakat terdampak konflik.

“Kita menghormati penjaga perdamaian masa lalu dan sekarang. Kita juga harus memperkuat dukungan terhadap tugas mereka,” kata Guterres dalam pesan videonya.

PBB turut mengenang ribuan personel yang gugur saat bertugas. Sejak 1948, hampir 4.500 penjaga perdamaian kehilangan nyawa.

Sebanyak 59 personel tercatat meninggal dunia sepanjang tahun lalu. Kondisi itu menjadi perhatian serius organisasi internasional.

“Tidak seorang pun boleh meninggal saat menjalankan misi perdamaian. Serangan terhadap mereka melanggar hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Guterres menegaskan negara anggota memiliki tanggung jawab melindungi personel perdamaian. Perlindungan tersebut harus menjadi komitmen bersama dunia internasional.

Sementara itu, Menlu RI Sugiono menegaskan pentingnya keamanan pasukan penjaga perdamaian. Indonesia menyoroti pengalaman kehilangan empat personel di misi UNIFIL.

“Perlindungan pasukan penjaga perdamaian bukan pilihan. Perlindungan itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi,” kata Sugiono.

Indonesia mendorong isu perlindungan pasukan menjadi prioritas kebijakan internasional. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga efektivitas misi perdamaian dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....