Menlu RI Dorong PBB Lebih Representasikan Selatan Global
- 29 Mei 2026 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonensia menegaskan pentingnya reformasi sistem multilateral global, termasuk reformasi PBB dan Dewan Keamanan (DK) PBB.
- Utamanya agar lebih mampu merepresentasikan suara negara-negara berkembang atau Global South (Selatan Global).
- Sugiono mengatakan Indonesia bersama sejumlah negara lain memiliki pandangan serupa bahwa PBB harus tetap relevan di tengah perubahan dinamika global.
RRI.CO.ID, New York - Indonensia menegaskan pentingnya reformasi sistem multilateral global, termasuk reformasi PBB dan Dewan Keamanan (DK) PBB. Utamanya agar lebih mampu merepresentasikan suara negara-negara berkembang atau Global South (Selatan Global).
“Indonesia juga tadi menyampaikan statement pentingnya kita mereformasi sistem multilateral yang ada, pentingnya kita mereformasi PBB. Termasuk, pentingnya juga kita mereformasi DK PBB, karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya Global South itu tidak terwakili,” kata Menlu RI, Sugiono usai menghadiri Debat Umum DK PBB mengenai Piagam PBB, Selasa, 26 Mei 2026 di Markas Besar PBB, New York.
Menlu Sugiono menilai sejumlah isu penting yang menjadi perhatian negara berkembang sering kali terhambat. Menurutnya, hal itu akibat penggunaan hak veto oleh negara-negara tertentu di DK PBB.
Sugiono mengatakan Indonesia bersama sejumlah negara lain memiliki pandangan serupa bahwa PBB harus tetap relevan di tengah perubahan dinamika global. Karena itu, reformasi diperlukan agar organisasi internasional tersebut semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
“Kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya. Tapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global,” ucapnya menekankan.
Menlu Sugiono menjelaskan tantangan global terus berkembang, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, persoalan lingkungan, hingga konflik bersenjata di berbagai kawasan dunia. Menurut Sugiono, perang yang terjadi di Timur Tengah, khususnya di kawasan Iran dan Selat Hormuz, telah memberi dampak besar terhadap stabilitas dan perekonomian dunia.
Dalam kesempatan itu, Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sugiono menyebut persoalan Palestina menjadi ujian terhadap kredibilitas PBB dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan internasional.
“Kemerdekaan rakyat Palestina berdasarkan solusi dua negara merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai. Indonesia juga kembali menekankan Palestina merupakan satu tes terhadap PBB, kepercayaan yang diberikan kepada PBB,” kata Menlu RI.
“Kita saksikan perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina, kita juga saksikan kekerasan yang terjadi di sana, penderitaan yang terjadi di sana. Peran DK PBB merupakan sesuatu yang sangat instrumental dalam rangka mencapai tujuan tersebut.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....