Diaspora Indonesia Dukung Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah di Tanah Air

  • 29 Mei 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Diaspora Indonesia mendukung siswa belajar bahasa Prancis karena bagus untuk otak
  • Indonesia berkomitmen meningkatkan hubungan dengan Prancis disektor pendidikan
  • Presiden Prabowo instruksikan sekolah di Indonesia belajar bahasa Prancis

RRI.CO.ID, Jakarta - Diaspora Indonesia di Prancis mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah di Indonesia belajar bahasa Prancis. Angga Perima yang juga merupakan ilmuwan, mengatakan belajar bahasa ke-tiga dapat memberi stimulus bagus untuk otak.

“Saya mendukung karena dengan belajar bahasa lain, bahasa ke-tiga seperti Prancis akan meningkatkan kemampuan otak agar berfungsi baik. Meskipun terjadi penuaan, stress dan kerusakan jaringan otak di masa depan,” kata Angga kepada RRI.CO.ID, Jumat, 28 Mei 2026.

“Belajar bahasa lain selain Indonesia dan Inggris, saya dukung. Karena pada akhirnya otak kita aktif, fleksibel dan terlatih dalam tugas kompleks,” ujar Angga.

Adapun waktu yang dibutuhkan agar mahir bahasa Prancis, Angga menegaskan tergantung ketekunan untuk belajar. Ia mencontohkan apabila rutin belajar dalam sehari selama dua jam dan berlangsung lima hari maka dalam waktu enam bulan akan terlihat hasilnya.

Kemampuan akan meningkat jika belajar lima hingga enam jam dalam sehari , hanya butuh waktu tiga bulan untuk mahir. Selanjutnya jika fokus maka dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun akan mahir berbahasa Prancis.

“Apabila intens 4-6 jam dalam satu hari dalam lima hari atau seminggu, tiga bulan mulai terlihat Kemahiran bahasa Prancis. Jika ingin fokus C2, jika intens dua atau tiga tahun makan akan mahir sekali,” ujarnya.

Ditanya apakah belajar bahasa Prancis sulit, menurutnya setiap bahasa memiliki kesulitan tersendiri. Ia mencontohkan untuk bahsa Prancis, ada ketentuan gender atau jenis kelamin yang mempengaruhi kata sifat dan sandang.

Selanjutnya, konjugasi kata kerja yang berubah bentuk tergantung pada subjek dan juga waktu/tenses. Kendati demikian, bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan Prancis sehingga jika memahami Inggris seharusnya akan lebih mudah.

“Ketika bahasa Prancis ‘saya melakukan’ beda ‘ia melakukan’, kata kerja berbeda-beda, perlu penyesuaian. Kalau orang belajar bahasa Inggris banyak kemiripan, jadi sulit atau tidak itu relatif,” kata Angga.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan sekolah di Indonesia belajar bahasa Prancis. Upaya tersebut karena Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Prancis.

"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Kamis, 28 Mei 2026. Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan dibidang pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....