Hangatnya Iduladha bagi Perantau Indonesia di Newcastle Inggris

  • 28 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lokasi Unik Salat Id: Komunitas Muslim di Newcastle, termasuk mahasiswa Indonesia, melaksanakan salat Idul Adha di area terbuka Trampoline Park Newcastle guna menampung lonjakan jemaah.
  • Tantangan Hari Kerja: Perayaan Idul Adha di Inggris tetap berlangsung dengan khidmat dan antusiasme tinggi meskipun jatuh pada hari kerja biasa tanpa adanya libur nasional resmi.
  • Bazar Kuliner Murah: Selepas salat, para jemaah dapat menikmati bazar makanan, salah satunya menu nasi beryani ramah kantong seharga 2 pound (sekitar Rp50.000) untuk mengobati kerinduan perantau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Udara dingin Newcastle menyelimuti langkah para diaspora Indonesia menuju lokasi salat Id. Mereka datang membawa kerinduan mendalam terhadap suasana lebaran di kampung halaman.

Hari kerja biasa tidak mengurangi semangat merayakan Hari Raya Iduladha bersama. Ratusan mahasiswa Indonesia tetap berkumpul sejak pagi dengan penuh antusiasme.

Suhu belasan derajat terasa menusuk di tengah musim panas Inggris tahun ini. Namun, gema takbir tetap menghangatkan hati para perantau Indonesia di Newcastle.

Area terbuka dipenuhi jemaah Muslim dari berbagai negara dan latar belakang budaya. Mereka saling menyapa hangat sebelum melaksanakan salat Id bersama-sama.

Menariknya, salat Idul Adha digelar di Trampoline Park Newcastle tahun ini. Tempat bermain itu berubah menjadi ruang ibadah penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Ia mengaku senang melihat antusiasme diaspora Indonesia di lokasi tersebut. “Hari ini saya bergabung di Trampoline Park Newcastle bersama teman-teman,” kata Anggota Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPI UK), Adiva Imtias Mulia saat menjadi narasumber RRI Pro3 dalam program Iduladha di Mancanegara, dilansir dari Youtube RRI Pro3, Kamis, 28 Mei 2026.

Keunikan tempat ibadah justru menghadirkan pengalaman berbeda bagi para jemaah yang hadir. Tawa kecil anak-anak terdengar di sela suasana religius pagi itu.

Usai salat, aroma makanan hangat langsung menyeruak dari area bazar sederhana. Para mahasiswa berbondong mencari hidangan murah untuk santapan lebaran bersama.

Hidangan sederhana itu terasa begitu istimewa di tengah kehidupan perantauan. “Sepulang salat ada nasi beryani murah, hanya dua pound,” kata Adiva seraya tersenyum.

Tidak adanya libur nasional membuat diaspora Indonesia semakin kreatif menjaga kebersamaan mereka. Banyak perantau berkumpul sepulang kuliah atau bekerja di taman kota.

Percakapan ringan tentang keluarga menjadi pengobat rindu di negeri orang tersebut. Mereka berbagi cerita sambil menikmati sore dingin khas Newcastle bersama teman-teman.

Perayaan sederhana itu meninggalkan kenangan mendalam bagi diaspora Indonesia di Inggris. Kehangatan persaudaraan membuat Iduladha terasa dekat dengan suasana tanah air.

Video berita terkait dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=23msT5fHXV0

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....