Muslim Indonesia di Inggris Membeli Hewan Kurban di Toko Daging
- 28 Mei 2026 14:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Regulasi Kebersihan Ketat: Aturan food safety dan higienitas yang ketat di Inggris melarang keras adanya aktivitas penyembelihan hewan kurban di jalanan atau area publik terbuka.
- Distribusi ke Negara Lain: Hewan kurban yang dibeli via toko halal/lembaga sosial mayoritas disalurkan ke negara yang membutuhkan seperti Pakistan, Bangladesh, dan Afrika.
- Transparansi Digital: Meskipun tidak melihat pemotongan secara langsung, para pekurban di Inggris tetap mendapatkan bukti dokumentasi berupa video dan laporan penyaluran yang sah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan pemotongan hewan kurban oleh diaspora Indonesia di United Kingdom (Inggris) dipastikan mengikuti regulasi kebersihan yang ketat. Aturan food safety di negara tersebut melarang adanya aktivitas penyembelihan hewan secara sembarangan di area publik.
Guna menyiasati regulasi, warga Muslim setempat membeli hewan kurban melalui toko daging halal atau lembaga sosial. Mekanisme ini dipilih untuk menjamin seluruh proses pemotongan memenuhi standar hukum dan syariat Islam.
Sebagian besar hewan kurban yang dibeli kemudian didistribusikan langsung ke negara-negara berkembang yang membutuhkan bantuan. Langkah tersebut dinilai lebih praktis dan memberikan dampak sosial yang jauh lebih luas bagi umat Muslim.
Kebijakan ini diambil karena biaya operasional dan harga hewan di Inggris relatif jauh lebih mahal. "Biasanya mereka akan mendistribusikan hewan-hewannya di negara-negara yang membutuhkan seperti Pakistan, Bangladesh, dan Afrika," jelas Anggota Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPI UK), Adiva Imtias Mulia saat menjadi narasumber RRI dalam program Idul Adha di Mancanegara, dilansir dari Youtube RRI Pro3, Kamis, 28 Mei 2026.
Meskipun tidak menyaksikan pemotongan secara langsung, para pekurban tetap mendapatkan laporan dokumentasi yang lengkap dari lembaga. Sistem transparansi digital ini memberikan rasa aman bagi para mahasiswa dan pekerja Indonesia di sana.
"Proses penyembelihannya tidak bisa dilihat langsung tapi biasanya ada bukti video yang bisa teman-teman lihat," ujar Adiva. Pola ini sudah menjadi hal lumrah yang dijalani oleh para perantau Muslim selama menetap di Inggris.
Untuk mengobati rasa rindu kampung halaman, PPI Newcastle mengadakan acara makan bersama pada akhir pekan nanti. Beberapa menu khas Indonesia seperti rendang dan opor ayam disiapkan secara mandiri oleh para mahasiswa.
Melalui adaptasi regulasi dan kekuatan kebersamaan, esensi berbagi di Hari Raya Idul Adha tetap terjaga utuh. Tradisi khas ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-diaspora di tengah keterbatasan ruang dan waktu.
Video berita terkait dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=23msT5fHXV0
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....