Ketua PPI Ceritakan Tradisi Iduladha di Afrika Selatan

  • 27 Mei 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Afrika Selatan menghadirkan pengalaman Iduladha berbeda bagi pelajar Indonesia, termasuk tradisi berbagi daging kurban kepada masyarakat non-Muslim.
  • Ketua PPI Afrika Selatan, Muhibbudin Majid mengatakan hidangan Iduladha di kedutaan Indonesia tetap menghadirkan menu khas Nusantara seperti sate dan gulai
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Iduladha di Afrika Selatan menghadirkan pengalaman budaya berbeda bagi pelajar Indonesia setempat selama perayaan berlangsung. Ketua PPI Afrika Selatan, Muhibbudin Majid mengatakan masyarakat non-Muslim setempat turut menantikan pembagian daging kurban setiap tahunnya.

Menurutnya, masyarakat sekitar biasanya berharap memperoleh bagian daging kurban dari pelajar. Adapun kalangan komunitas Muslim setempat selama Iduladha berlangsung.

"Yang non-Islam biasanya mereka menunggu jatah sisa daging. Jadi mereka juga berharap mendapatkan dagingnya," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia mengatakan dirinya turut membantu proses pembagian daging kurban bersama pelajar Indonesia lainnya di Afrika Selatan setempat. Ia mengaku bertugas memotong dan menyiapkan daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat maupun pelajar lainnya bersama-sama nantinya.

Menurutnya, jenis hewan kurban di Afrika Selatan tidak berbeda jauh dibandingkan tradisi masyarakat Indonesia selama ini sebelumnya. Ia menyebut masyarakat Muslim setempat umumnya menyembelih sapi dan kambing sebagai hewan kurban utama setiap tahunnya bersama-sama nantinya.

"Di sini sama seperti di Indonesia, jadi sapi, kambing, cuma itu," ujarnya, menjelaskan. Ia juga mengatakan olahan daging kurban di Kedutaan Indonesia umumnya mengikuti cita rasa khas masakan Nusantara sebelumnya bersama-sama.

Menurutnya, menu seperti sate dan gulai menjadi hidangan utama yang disajikan kepada pelajar Indonesia saat Iduladha berlangsung setempat. "Untuk di kedutaan, kita ngikutin ala-ala Indonesia, ada sate atau gulai seperti itu," katanya.

Namun, ia mengatakan beberapa institusi lain di Afrika Selatan lebih sering mengolah daging kurban menggunakan cita rasa India. Ia menyebut hidangan kari menjadi menu wajib yang hampir selalu disajikan kepada pelajar selama perayaan Iduladha berlangsung setempat.

"Curry itu sudah seperti menu wajib di Iduladha, jadi kita pasti kebagian," ujarnya. Ia menambahkan suasana Iduladha tetap terasa meriah karena banyak pelajar Indonesia berkumpul bersama mahasiswa Asia lainnya sebelumnya.

Menurutnya, pelajar Indonesia, Malaysia, dan Thailand sering berinisiatif menggelar takbiran bersama. Terutama untuk menghadirkan suasana kampung halaman sebelumnya.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Iduladha 2026 sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan. Adapun kepedulian sosial, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kehidupan dan lingkungan.

Dalam pesan peringatan Iduladha tahun ini, ia menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata. Melainkan juga memiliki pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam.

"Mari meneguhkan spirit kurban sebagai wujud keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Kurban bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga pengingat untuk merawat alam, menjaga harmoni kehidupan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....