Indonesia Kutuk Keputusan Somaliland Buka Kedutaan Besar di Yerusalem

  • 25 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu RI Sugiono mengutuk keras langkah ilegal oleh Somaliland dalam membuka kedutaan besar di Yerusalem yang diduduki.
  • Adapun, kutukan itu diberikan Menlu RI bersama 18 negara lainnya.
  • Para menlu menegaskan kembali penolakan kategoris mereka terhadap setiap tindakan sepihak yang bertujuan untuk memperkuat realitas ilegal di Yerusalem yang diduduki.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengutuk keras langkah illegal Somaliland membuka kedutaan besar di Yerusalem yang diduduki. Menlu RI turut menilai hal itu sebagai langkah yang tidak dapat diterima.

Kutukan keras Menlu RI disampaikan pada Minggu, 24 Mei 2026 di akun X Kemlu RI. Adapun, kutukan itu diberikan Menlu RI bersama 18 negara lainnya.

Yaitu Mesir, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Republik Djibouti, Somalia, Palestina. Kemudian, Oman, Sudan, Yaman, Lebanon, Mauritania, Aljazair, Bangladesh, dan Kuwait.

“Ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan resolusi internasional yang relevan. Merupakan pelanggaran langsung terhadap status hukum dan sejarah Yerusalem yang diduduki,” ujar para menlu.

Merea menegaskan kembali penolakan kategoris terhadap setiap tindakan sepihak yang bertujuan untuk memperkuat realitas ilegal di Yerusalem yang diduduki. Termasuk memberikan legitimasi kepada entitas atau pengaturan apa-pun yang bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.

Mereka menegaskan kembali bahwa Yerusalem Timur telah menjadi wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967. Serta setiap tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah status hukum dan historisnya adalah batal dan tidak sah.

Para menteri selanjutnya menekankan dukungan penuh mereka terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah Republik Federal Somalia. Serta, penolakan tegas mereka terhadap setiap tindakan sepihak yang merusak persatuan wilayah Somalia atau melanggar kedaulatannya.

Adapun Somaliland akan membuka kedutaan besar di Yerusalem. Pengumuman ini disampaikan duta besar wilayah separatis Somalia untuk Israel, Mohamed Hagi, pekan lalu.

Sementara, Israel akan segera mendirikan perwakilannya di Hargeisa. Perkembangan ini, yang terjadi beberapa bulan setelah Israel secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland.

Pada Desember 2025, Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland. Dimana mengakhiri lebih dari 30 tahun isolasi diplomatik, tulis Al Jazeera dalam laporannya.

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, tetapi gagal mendapatkan pengakuan dari negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mana-pun. Kedutaan Somaliland akan menjadi kedutaan kedelapan di Yerusalem, setelah AS, Guatemala, Kosovo, Honduras, Paraguay, Papua Nugini, dan Fiji.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....