Pemerintah Indonesia Terus Koordinasi Bebaskan WNI dalam Misi Gaza

  • 21 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia mengutuk tindakan Israel terhadap relawan kemanusiaan yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0.
  • Pemerintah Indonesia saat ini terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam insiden tersebut.
  • Terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan, pihaknya terus memantau kondisi para WNI yang ditahan Israel.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengutuk tindakan Israel terhadap relawan kemanusiaan yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan tindakan tersebut tidak manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.

Yvonne mengatakan Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan para relawan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Menurutnya, langkah yang dilakukan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata Yvonne dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Pemerintah Indonesia, lanjut Yvonne, saat ini terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri RI bersama Perwakilan RI terkait juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak sejak awal keberangkatan armada kemanusiaan itu.

“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” ujar Yvonne.


Terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan, pihaknya terus memantau kondisi para WNI yang ditahan Israel. Menlu Sugiono mengatakan komunikasi terus dilakukan melalui perwakilan Indonesia di Yordania dan Turki karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.

“Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas. Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” kata Menlu Sugiono saat ditemui di Gedung DPR pada Rabu, 20 Mei 2026.

Menlu Sugiono menambahkan pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai negara yang warganya juga mengalami penahanan dalam insiden tersebut. Ia berharap seluruh relawan, termasuk WNI, berada dalam kondisi baik dan dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyatakan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0 telah ditangkap oleh otoritas Israel. Informasi pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 07.13 WIB menyebutkan seluruh WNI tersebut saat ini berada dalam penanganan pihak berwenang setempat.

Indonesia juga bergabung bersama sembilan negara lainnya yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol. Yakni, dalam pernyataan bersama yang mengecam serangan Israel terhadap misi GSF 2.0.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....