Haikal Hassan Puji Visi 2030 Arab Saudi, Sebut Buka Peluang Kerja Sama
- 20 Mei 2026 16:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan, memuji Visi 2030 Arab Saudi yang diinisiasi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).
- Melalui Visi 2030 Indonesia dan Arab Saudi disebut berpeluang menjalin kerja sama di sektor pariwisata.
- BPJPH telah menjalin kerja sama dengan Arab Saudi pada empat bidang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan, memuji Visi 2030 Arab Saudi yang diinisiasi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Menurutnya Visi 2030 tersebut membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi, seperti di bidang fesyen muslim.
“Karena, untuk dari sisi fesyen Alhamdulillah Indonesia tahun lalu dinobatkan sebagai nomor 1 di dunia untuk fashion halal. Dan, itu bagian dari kerja sama juga dengan Arab Saudi,” kata Haikal ditemui di sela-sela pelepasan jemaah haji undangan tamu Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta oleh Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah H. Amodi.
Selain, melalui Visi 2030 Indonesia dan Arab Saudi disebut berpeluang menjalin kerja sama di sektor pariwisata. Hal itu dinilai sejalan dengan salah satu fokus MBS, yaitu adanya diversifikasi destinasi kunjungan yang tidak hanya ke Tanah Suci, Mekkah maupun Madinah.
“Itu kan visi daripada Pangeran MBS yang luar biasa, menjadikan Arab Saudi nantinya bukan hanya kunjungan Mekkah dan Madinah, bukan hanya kota ibadah. Tapi, juga kota yang melayani pariwisata, dan ini harus kesana memang,” ujarnya menjelaskan.
“Di Visi 2030 memang menjadi turisme yang sangat menarik. Biasanya kan orang kan tourisme ke Dubai, tapi berikutnya Insyaallah ke Arab Saudi.”
Di sisi lain Haikal mengungkapkan, BPJPH telah menjalin kerja sama dengan Arab Saudi pada empat bidang. Ia menyebut, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan bersama Halal Saudi Center (HSC) pada Mei 2026.
“Kami sudah kerja sama untuk di bidang 4 hal, makanan, minuman, obat, kosmetik. Sudah penerintangan dengan Halal Saudi Center, disaksikan oleh Kementerian Perdagangan Saudi,” ucap Haikal memaparkan.
Menurut Haikal, pasca penandatanganan kerja sama itu maka berbagai barang dari Indonesia maupun Arab Saudi yang masuk ke kedua negara dipastikan halal. “Kita punya Mutual Recognition Agreement, jadi apa yang halal di Saudi, itu sudah halal di Indonesia, halal di Indonesia, sudah halal di Saudi,” kata Haikal.
“Dan Indonesia dengan Saudi Arabia urusan halal itu, Saudi menjadi the highest quality of halal.”
Melansir laman Visi 2030 disebut kan Visi 2030 adalah cetak biru yang mendiversifikasi ekonomi, memberdayakan warga negara. Kemudian, menciptakan lingkungan yang dinamis bagi investor lokal dan internasional, dan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin global.
Visi ini dirancang untuk diwujudkan secara bertahap, masing-masing berlangsung selama lima tahun dan dibangun di atas tahap sebelumnya. Fase pertama meletakkan fondasi, menerapkan reformasi struktural dan komprehensif di sektor publik, ekonomi, dan masyarakat.
Fase kedua Visi 2030 telah mempercepat upaya, memberikan fokus yang lebih baik pada strategi, serta investasi lebih lanjut di sektor-sektor utama dan proyek-proyek ambisius. Hal ini telah menghasilkan hasil nyata di seluruh negeri. Fase ketiga akan berfokus pada mempertahankan dampak transformasi dan memanfaatkan peluang pertumbuhan baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....