Dubes Abdalfatah Sebut Dukungan Global untuk Palestina Kian Menguat

  • 18 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perubahan cara pandang dunia terhadap Palestina dinilai semakin nyata di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan Tepi Barat.
  • Dukungan internasional terhadap perjuangan Palestina terus meningkat, bahkan di negara-negara Barat yang selama ini dikenal dekat dengan Israel.
  • Meningkatnya solidaritas internasional terlihat dari aksi masyarakat sipil di berbagai negara yang mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perubahan cara pandang dunia terhadap Palestina dinilai semakin nyata di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan Tepi Barat. Kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Alsattari pada peringatan Hari Nakba ke-78, Senin, 18 Mei 2026 di Jakarta.

Abdalfatah menyebut dukungan internasional terhadap perjuangan Palestina terus meningkat, bahkan di negara-negara Barat yang selama ini dikenal dekat dengan Israel. Menurutnya, masyarakat global kini dapat melihat langsung dampak perang dan penderitaan warga sipil Palestina melalui berbagai media.

Ia menilai perubahan sikap itu terlihat dari dinamika politik di Amerika Serikat dan Eropa. Abdalfatah menyebut dukungan terhadap Palestina kini tumbuh di kalangan pemilih Partai Demokrat maupun sebagian pendukung Partai Republik di Amerika Serikat.

“Jika seseorang ingin memenangkan pemilihan di masa lalu, ia harus mendukung Israel. Sekarang jika Anda mendukung Israel, Anda akan kalah dalam pemilihan,” ucap Dubes Palestina di Jakarta.

“Di dalam Amerika, lebih dari 80 persen dari Partai Demokrat mendukung Palestina, di partai politik Trump, lebih dari 40 persen orang mendukung Palestina. Semuanya berubah.”

Abdalfatah menambahkan perubahan opini publik menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Palestina terhadap masa depan negaranya. Ia mengatakan rakyat Palestina akan terus memperjuangkan kemerdekaan meski menghadapi tekanan militer dan ancaman deportasi dari tanah mereka.

Secara khusus Abdalfatah menyatakasn, meningkatnya solidaritas internasional terlihat dari aksi masyarakat sipil di berbagai negara yang mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menyebut banyak relawan tetap berupaya membawa makanan dan bantuan meski menyadari adanya risiko dicegah oleh Israel.

“Saat ini, di negara mana pun, saya rasa ada sekitar 60 kapal, mereka pergi ke laut dan membawa makanan untuk rakyat Palestina. Mereka tahu Israel akan menangkap mereka dan mereka tahu Israel tidak akan mengizinkan makanan itu masuk ke Gaza,” ujarnya.

“Tetapi orang-orang di seluruh dunia merasa bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk Palestina, mereka harus melakukan sesuatu. Apa pun yang bisa mereka lakukan, mereka harus melakukannya untuk Palestina," katanya.

Abdalfatah juga menuduh Israel menerapkan sistem diskriminatif terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Ia menyebut adanya perbedaan akses jalan, pos pemeriksaan, hingga perlakuan berbeda antara pemukim Israel dan warga Palestina sebagai bentuk apartheid.

“Dunia sekarang tidak perlu diberi tahu lagi tentang apa yang terjadi di Palestina. Semua orang bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri,” ujar Abdalfatah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....