PISAI Vatikan Gandeng UMY Pelajari Perkembangan Islam Indonesia

  • 08 Mei 2026 23:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjajaki kerja sama studi Islam dengan Institut Kepausan PISAI di Vatikan.
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia mendorong program penelitian Muhammadiyah dari sudut pandang pakar pendidikan asal Eropa.
  • President PISAI mengakui lembaganya masih kekurangan pengajar ahli untuk mempelajari materi agama Islam dari luar Timur Tengah.

RRI.CO.ID, Vatikan - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kerja sama akademik dengan PISAI di Vatikan, Rabu, 6 Mei 2026. Kemitraan ini bertujuan memperluas pemahaman tentang studi Islam dari kawasan Asia Tenggara melalui riset gabungan komprehensif.

Pihak Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica (PISAI) berencana mengkaji ajaran Islam yang berkembang di Indonesia. Lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Takhta Suci Vatikan tersebut merasa perlu menambah koleksi perspektif ilmu baru.

“Pengenalan Islam di kawasan Asia, khususnya Islam Indonesia akan memperkaya wawasan mengenai Studi Islam di PISAI,” ucap President PISAI Don Wasim Salman.

Institusi pendidikan tinggi gerejawi yang berdiri sejak 1926 itu memiliki hak khusus dalam memberikan berbagai jenis gelar akademik. Pengajaran materi pada institusi tersebut selama ini hanya menitikberatkan pada kebudayaan negara Arab dan wilayah Timur Tengah.

“PISAI memiliki keterbatasan tenaga pengajar lokal untuk Studi Islam dan membutuhkan pakar eksternal dari kawasan lain, termasuk Indonesia,” ujar Don Wasim.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci melihat kondisi tersebut sebagai peluang mengenalkan wajah ramah Indonesia. Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono sangat mengharapkan pertemuan tersebut segera memberikan manfaat nyata.

“Kami mengharapkan melalui pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang sifatnya konkret dan bermanfaat bagi Indonesia dan Vatikan khususnya diantara kedua Institut Pendidikan UMY dan PISAI,” kata Michael Trias Kuncahyono.

Rektor UMY Achmad Nurmandi Nurmandi menilai kemitraan internasional itu bakal memberikan manfaat bagi Persyarikatan Muhammadiyah. Pimpinan delegasi ini bahkan mengajak akademisi dari Eropa untuk segera meneliti perkembangan organisasi Islam tertua secara ilmiah.

“Kami menawarkan PISAI untuk dapat membuat penelitian tentang Muhammadiyah dari perspektif Eropa,” ujar Achmad.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengusulkan pengiriman tenaga pengajar tamu guna memperkenalkan potret keberagaman agama di kawasan Asia. Program akademik ini juga mencakup pertukaran mahasiswa untuk belajar pada sejumlah unit universitas yang berada di Jakarta.

Achmad menyambut tawaran pertukaran ilmu yang disampaikannya dengan tangan terbuka. Dia meyakini kolaborasi tersebut mampu membawa suasana baru serta meningkatkan kualitas pengajaran materi studi islam di kampusnya.

“Saat ini, selain Misionaris Afrika, staf pengajar PISAI termasuk di dalamnya para rohaniwan dari berbagai tempat, imam diosesan, dan umat awam serta kerja sama yang ditawarkan oleh UMY pasti akan membawa warna baru di PISAI,” katanya.

Utusan dari Indonesia turut didampingi Wakil Rektor Zuly Qodir serta pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI). Pendeta Albertus Gatot Hendrarso sebagai warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi juga menghadiri agenda penting tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....