Negara Gabung TAC Meningkat, Menlu RI: Bukti ASEAN Mitra Terpercaya

  • 07 Mei 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Banyaknya negara yang bergabung ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC), menjadi bukti ASEAN sebagai mitra stabil dan terpercaya.
  • Menlu Sugiono menilai ASEAN perlu mempercepat proses aksesi TAC guna memperkuat relevansi organisasi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
  • ASEAN juga menilai pendekatan inklusif tetap menjadi fondasi penting dalam membangun keterlibatan eksternal yang konstruktif.

RRI.CO.ID, Cebu - Banyaknya negara yang bergabung ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC), menjadi bukti ASEAN sebagai mitra stabil dan terpercaya. Serta, dapat diandalkan bagi komunitas internasional.

“Meningkatnya minat negara-negara eksternal terhadap TAC menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap ASEAN sebagai kawasan yang menjunjung dialog dan stabilitas. Semakin jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh para mitra eksternal kita,” kata Menlu RI, Sugiono saat menghadiri Pertemuan Para Menlu ASEAN (AMM), Kamis, 7 Mei 2026 di Cebu, Filipina.

Menurut Menlu Sugiono, ASEAN perlu mempercepat proses aksesi TAC guna memperkuat relevansi organisasi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Ia menegaskan TAC bukan sekadar instrumen diplomatik untuk menjaga prinsip non-konfrontasi di kawasan.

“TAC bukan sekadar perjanjian untuk menahan diri, tetapi juga merupakan seruan. Yaitu, untuk bertindak dalam memperdalam keterlibatan dengan para pihak penandatangan di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama,” ujarnya menekankan.

Ia menambahkan, penguatan kerja sama konkret akan semakin meningkatkan relevansi TAC di masa mendatang. ASEAN juga menilai pendekatan inklusif tetap menjadi fondasi penting dalam membangun keterlibatan eksternal yang konstruktif.

Terkait ASEAN Regional Forum (ARF), Menlu Sugiono menilai diperlukan pendekatan yang lebih visioner terhadap moratorium mitra dialog. Menurutnya, perkembangan situasi global menuntut ASEAN untuk lebih adaptif dalam memperluas pola kemitraan strategis.

“Kita memerlukan pendekatan yang lebih berorientasi ke depan terhadap moratorium mitra dialog,” ujarnya. Ia menekankan bahwa fleksibilitas dalam kerja sama eksternal diperlukan agar ASEAN tetap relevan menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap Turki dalam berbagai mekanisme kerja sama dengan ASEAN. Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen ASEAN untuk memperluas kemitraan yang inklusif dan saling menguntungkan dengan para mitra eksternal.

ASEAN mencatat 58 negara bergabung ke dalam TAC dan jumlah itu terhitung sejak penandatanganan pada 1976 hingga 2025. Adapun Finlandia, Aljazair dan Uruguay menjadi tiga negara baru yang bergabung di TAC pada 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....