Nilai Ekspor Makanan dan Minuman Olahan Indonesia ke Kanada Capai 116 Juta Dolar AS
- 04 Mei 2026 13:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekspor makanan olahan Indonesia ke Kanada melonjak lebih dari 100 persen dalam dua tahun terakhir.
- Peluang pasar semakin terbuka seiring perjanjian dagang dan promosi produk di ajang internasional.
RRI.CO.ID, Ottawa - Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, mengatakan kinerja ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai ekspor tercatat meningkat dari sekitar USD 56,4 juta pada 2023 menjadi USD 116,6 juta pada 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat atau sekitar 106 persen dalam periode dua tahun. Kenaikan ini didorong oleh sejumlah kategori utama seperti produk kakao, olahan buah dan sayur, serta makanan olahan lainnya.
Menurut Silky, tren positif tersebut menandakan pasar Kanada masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. “Dengan rencana implementasi I-CA CEPA dan pembahasan ACAFTA, kami optimistis momentum ini semakin memperkuat perdagangan kedua negara,” ujarnya.
Ia menambahkan kerja sama perdagangan tersebut juga berpotensi mendorong peningkatan investasi antara Indonesia dan Kanada. Upaya ini diharapkan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global.
Momentum tersebut turut dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk secara lebih luas di pasar Kanada. Hal ini terlihat dari partisipasi pelaku usaha dalam SIAL Canada 2026 sebagai ajang promosi internasional.
International Business Manager PT Konimex, Indra Aries Purnomo, mengatakan pihaknya memperkenalkan berbagai produk yang telah masuk pasar Kanada. Produk tersebut meliputi permen hingga wafer yang mulai dipasarkan sejak tahun sebelumnya.
“Kami berharap partisipasi ini dapat memperkuat kehadiran produk serta membuka peluang kerja sama dengan mitra lokal,” kata Indra. Ia menilai pameran internasional menjadi sarana penting memperluas jaringan bisnis global.
Sementara, Founder Gulapa PT Berkat Petani Indonesia, Ika Dewi, memperkenalkan produk olahan kelapa asal Indonesia. Produk unggulan yang ditawarkan antara lain gula kelapa organik yang memiliki nilai tambah tinggi.
Ika menyebut produk organik dan bebas gluten semakin diminati oleh konsumen di Kanada. Ia berharap keikutsertaan dalam pameran tersebut dapat meningkatkan penerimaan produk Indonesia di pasar internasional.
Pertumbuhan ekspor yang positif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan olahan di pasar global. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....