Qari Kaltim Juara Pertama Musabaqah Tilawatil Quran Internasional di Rusia

  • 29 Apr 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Qari asal Kalimantan Timur, Imranul Karim, berhasil meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kazan, Rusia.
  • MTQ Internasional di Kazan merupakan kompetisi bergengsi yang diikuti oleh peserta dari sekitar 30 negara.
  • Ke depan, Kementerian Agama akan terus memperkuat pembinaan tilawah Al-Qur’an melalui berbagai program strategis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Qari asal Kalimantan Timur, Imranul Karim, berhasil meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kazan, Rusia. MTQ Internasional ini berlangsung pada 22 – 25 April 2026.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan konsistensi pembinaan tilawah Al-Qur’an di Indonesia yang terus berkembang.

“Prestasi Imranul Karim menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Dan, menunjukkan kualitas qari kita mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Muchlis di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Muchlis menjelaskan, MTQ Internasional di Kazan merupakan kompetisi bergengsi yang diikuti oleh peserta dari sekitar 30 negara. Para peserta dinilai dengan standar ketat, mencakup tajwid, fashahah, kualitas suara, hingga penguasaan maqamat.

Menurut Muchlis, Imranul Karim mampu menembus babak final setelah melalui tahapan seleksi yang kompetitif. Pada babak puncak, ia bersaing dengan lima finalis lainnya sebelum akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama.

“Capaian ini tidak lepas dari kerja keras peserta, dukungan para pembina. Serta peran LPTQ dalam melakukan pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan,” kata Muchlis menambahkan.

Muchlis mengungkapkan, keberhasilan tersebut juga mencerminkan ekosistem pembinaan Al-Qur’an di daerah berjalan dengan baik. Termasuk, di Kalimantan Timur sebagai daerah asal Imranul.

Muchlis turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat yang dinilai berperan penting dalam mendorong prestasi tersebut. Kolaborasi berbagai pihak disebut menjadi kunci dalam memperkuat pembinaan tilawah di Indonesia.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, mempelajarinya dengan baik. Serta, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Ke depan, Kementerian Agama akan terus memperkuat pembinaan tilawah Al-Qur’an melalui berbagai program strategis. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an di dunia.” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....