Indonesia Dorong Percepatan Pemanfaatan CEPA untuk Tembus Pasar Eropa
- 28 Apr 2026 16:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia mendorong percepatan pemanfaatan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai pintu masuk ekspansi perdagangan ke Eropa.
- KBRI Warsawa menilai momentum penyelesaian CEPA harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha nasional.
- Polandia memiliki potensi besar sebagai gateway bagi produk Indonesia ke kawasan Eropa Tengah dan Timur.
RRI.CO.ID, Warsawa - Indonesia mendorong percepatan pemanfaatan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai pintu masuk ekspansi perdagangan ke Eropa. Perjanjian yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027 itu diyakini akan memberikan dampak signifikan, dengan lebih dari 90 persen pos tarif menjadi nol persen.
KBRI Warsawa menilai momentum penyelesaian CEPA harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha nasional. Selain membuka akses pasar yang lebih luas, skema ini juga memperkuat daya saing produk Indonesia di kawasan Uni Eropa.
Polandia memiliki potensi besar sebagai gateway bagi produk Indonesia ke kawasan Eropa Tengah dan Timur. Kata Atase Perdagangan KBRI Berlin, Febi Adrian, saat menghadiri forum bisnis strategis, Kamis, 23 April 2026 di kota Krakow.
Febi menegaskan bahwa Eropa merupakan kawasan strategis bagi promosi produk unggulan Indonesia. Ia menilai hubungan dagang Indonesia–Polandia masih sangat terbuka untuk ditingkatkan seiring implementasi CEPA.
“Eropa merupakan kawasan strategis untuk promosi produk unggulan Indonesia. Dengan peluang peningkatan hubungan perdagangan bilateral RI–Polandia yang masih sangat terbuka,” ujar Febi.
Kinerja ekonomi Polandia yang stabil turut menjadi faktor pendukung. Pada 2025 pertumbuhan ekonomi negara tersebut mencapai 3,6 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,9 persen pada 2026, dengan daya beli masyarakat yang relatif kuat.
Dari sisi investasi, Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London, Siti Tiefryani Fahlyah, menyebut Indonesia terus menunjukkan daya tarik bagi investor global. Realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau sekitar USD120,7 miliar, tumbuh 12,7 persen secara tahunan.
“Indonesia menjadi salah satu tujuan utama Foreign Direct Investment global. Didukung oleh berbagai reformasi kebijakan dan transformasi ekonomi,” kata Siti.
Ia menambahkan, peluang investasi bagi mitra Polandia terbuka luas di berbagai sektor. Yaitu, mulai dari manufaktur, energi terbarukan, pengolahan pangan, teknologi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....