Indonesia Dorong Peran Asia-Pasifik sebagai Penentu Arah Pembangunan Global

  • 22 Apr 2026 14:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mendorong kawasan Asia-Pasifik untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan global ke depan.
  • Indonesia menilai kawasan Asia-Pasifik tidak hanya sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia.
  • Selain itu, Indonesia kembali menegaskan pentingnya prinsip leaving no one behind sebagai fondasi utama pembangunan.

RRI.CO.ID, Bangkok - Indonesia mendorong kawasan Asia-Pasifik untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan global ke depan. Khususnya, menjelang berakhirnya Agenda 2030 Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP), Hari Prabowo. Saat memimpin Delegasi Indonesia dalam Sidang Komisi ke-82 UNESCAP di Bangkok, Minggu, 20 April 2026.

Hari mengatakan, Indonesia menilai kawasan Asia-Pasifik tidak hanya sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia. Tetapi, juga memiliki tanggung jawab strategis sebagai “kompas” dalam merumuskan agenda pembangunan global pasca 2030.

“Sudah saatnya kita memikirkan dan merumuskan keberlanjutan agenda pembangunan beyond 2030, agar tetap relevan, inklusif. Dan, mampu menjawab tantangan global yang terus berkembang,” ujar Hari Prabowo.

Indonesia menekankan bahwa pengalaman kawasan yang beragam, mulai dari negara maju hingga berkembang. Yaitu, menjadi modal penting untuk merancang kebijakan pembangunan yang lebih adaptif dan inklusif di tingkat global.

Selain itu, Indonesia kembali menegaskan pentingnya prinsip leaving no one behind sebagai fondasi utama pembangunan. Prinsip ini, menurut Indonesia, harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Komitmen ini harus tercermin dalam kebijakan yang inklusif dan berdampak nyata bagi semua kelompok, tanpa terkecuali. Indonesia juga mendorong penguatan solidaritas lintas generasi dan lintas negara sebagai kunci menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan demografi hingga ketimpangan pembangunan,” ujarnya menekankan.

Sidang Komisi ke-82 UNESCAP tahun ini mengangkat tema “Leaving no one behind: advancing a society for all ages in Asia and the Pacific,”. Pertemuan ini menyoroti pentingnya pembangunan inklusif bagi seluruh kelompok usia.

“Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Indonesia menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak kerja sama kawasan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Asia-Pasifik dalam percaturan pembangunan global,” kata Dubes Hari Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....