Gempa di Pesisir Sanriku Picu Peringatan Tsunami, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI
- 20 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemlu RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo melaporkan adanya peringatan tsunami di sejumlah wilayah Jepang utara.
- Hingga saat ini, belum terdapat laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak oleh gempa tersebut.
- WNI yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dengan memantau informasi resmi terkait peringatan tsunami.
RRI.CO.ID, Tokyo - Kemlu RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo melaporkan adanya peringatan tsunami di sejumlah wilayah Jepang utara. Menyusul gempa bumi yang terjadi di pesisir Sanriku pada Senin, 20 April 2026 pukul 16.52 waktu setempat.
Peringatan tsunami dikeluarkan untuk Prefektur Aomori, Iwate, serta sebagian wilayah Hokkaido. Hingga saat ini, belum terdapat laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak oleh gempa tersebut.
“KBRI Tokyo menyatakan terus melakukan pemantauan situasi dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI. Khususnya di wilayah Aomori dan Iwate, guna memastikan kondisi dan keselamatan mereka,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam keterangan tertulis diterima RRI.
Heni menyebut, WNI yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dengan memantau informasi resmi terkait peringatan tsunami. Serta, mengikuti arahan dari otoritas setempat.
“Dalam situasi darurat, KBRI Tokyo menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi melalui nomor +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memberikan perlindungan bagi WNI di Jepang,” ucap Heni menambahkan.
Sementara, Perdana Menteri Sanae Takaichi, dalam pernyataannya di Tokyo, mendesak warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, dilansir The Japan Times. PM Takaichi mengungkapkan, pemerintah tengah mengkonfirmasi kerusakan material.
“Saat ini, kami masih mengkonfirmasi kerusakan material dan dampaknya terhadap warga. Tetapi kami akan segera menerima laporan terperinci dan melanjutkan upaya penanggulangan bencana,” ujarnya.
Pemerintah Prefektur Iwate juga telah mengeluarkan imbauan evakuasi kepada warga di 11 kota. Otoritas setempat menekankan pentingnya menjauhi pantai dan aliran sungai karena gelombang tsunami dapat terjadi berulang.
Dampak gempa juga terasa pada sektor transportasi. Operator kereta cepat menghentikan sementara layanan Shinkansen Tohoku antara Tokyo dan Shin-Aomori, serta seluruh jalur Shinkansen Akita.
Sementara itu, operator Tokyo Electric Power Company Holdings memastikan tidak ada anomali yang terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima No. 1 dan No. 2. Maupun di pembangkit listrik tenaga nuklir Onagawa di Prefektur Miyagi.
Wilayah Sanriku dikenal sebagai salah satu kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Jepang, sehingga kewaspadaan tinggi terus diberlakukan guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....