Azerbaijan Tuan Rumah Forum Perkotaan Dunia 2026, Bahas Kota Berkelanjutan
- 20 Apr 2026 16:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Azerbaijan akan menjadi tuan rumah Sesi ke-13 Forum Perkotaan Dunia (World Urban Forum/WUF13) yang akan digelar di Baku pada 17–22 Mei 2026.
- WUF13 mengangkat tema “Housing the World: Safe and Resilient Cities and Communities” .
- Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menetapkan 2026 sebagai “Tahun Perencanaan Kota dan Arsitektur”.
RRI.CO.ID, Baku - Azerbaijan akan menjadi tuan rumah Sesi ke-13 Forum Perkotaan Dunia (World Urban Forum/WUF13) yang akan digelar di Baku pada 17–22 Mei 2026. Forum yang diselenggarakan oleh Program Permukiman Manusia PBB (UN-Habitat) ini menjadi salah satu platform global utama dalam membahas masa depan pembangunan perkotaan.
Keputusan penunjukan Baku sebagai tuan rumah diumumkan pada Desember 2023, demikian dilansir laman Kementerian Luar Negeri Azerbaijan. Sejak itu, pemerintah Azerbaijan bekerja sama dengan UN-Habitat dalam mempersiapkan penyelenggaraan forum tersebut.
WUF13 mengangkat tema “Housing the World: Safe and Resilient Cities and Communities” atau membangun perumahan untuk dunia dengan menekankan kota dan komunitas yang aman serta tangguh. Forum ini akan dihadiri pemimpin pemerintahan, organisasi internasional, akademisi, serta praktisi di bidang perkotaan.
Berbagai isu strategis akan dibahas, mulai dari akses perumahan, ketahanan terhadap perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, hingga inklusi sosial. Seluruh pembahasan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diusung PBB.
Selain menjadi forum diskusi, WUF13 juga diharapkan menjadi wadah pertukaran praktik terbaik serta membuka peluang kerja sama lintas negara dan sektor. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menetapkan 2026 sebagai “Tahun Perencanaan Kota dan Arsitektur”.
Kebijakan ini menegaskan komitmen negara tersebut dalam mengembangkan tata kota modern dan berkelanjutan. Azerbaijan berencana mempresentasikan berbagai inisiatif pembangunan, termasuk konsep “kota pintar” dan “desa pintar” yang mengintegrasikan teknologi digital, energi terbarukan, serta infrastruktur modern.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Desa Pintar Aghali, yang dibangun di wilayah yang telah dipulihkan pascakonflik. Proyek ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan Karabakh dan Zangezur Timur melalui program pembangunan kembali dan pemukiman berkelanjutan.
Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam upaya pemulihan wilayah pascakonflik di berbagai negara. Di sisi lain, kota-kota di Azerbaijan juga menampilkan perpaduan antara warisan budaya dan modernitas.
Situs bersejarah seperti Icherisheher dan lanskap seni batu Gobustan berdampingan dengan bangunan modern seperti Pusat Heydar Aliyev dan Menara Api. UN-Habitat mencatat, lebih dari separuh populasi dunia saat ini tinggal di kawasan perkotaan, dan jumlahnya terus meningkat.
Dalam konteks tersebut, WUF13 dinilai hadir pada momentum penting untuk merumuskan arah pembangunan kota yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan dan solusi konkret dalam menjawab tantangan urbanisasi global di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....