Sikap Indonesia terhadap Perundingan antara AS-Iran Dimediasi Pakistan
- 16 Apr 2026 19:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia menyampaikan penyesalan atas belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
- Indonesia memandang perundingan yang telah berlangsung merupakan langkah awal yang tepat dan penting.
- Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri di tengah dinamika yang berkembang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyampaikan penyesalan atas belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, termasuk fasilitasi dialog oleh Pakistan melalui “Islamabad Talks 2026” pada 11- 12 April lalu.
“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran. Terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Kamis, 16 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Meski demikian menurut Yvonne, Indonesia memandang perundingan yang telah berlangsung merupakan langkah awal yang tepat dan penting. Utamanya, dalam upaya membangun saling pengertian antara kedua belah pihak.
Oleh karena itu, Indonesia mendorong agar proses dialog ini terus dilanjutkan secara konstruktif. “Indonesia memandang perundingan ini merupakan langkah awal yang tepat dan yang sangat penting dan perlu terus dilanjutkan,” ucapnya.
Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri di tengah dinamika yang berkembang. Serta, mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian perbedaan.
“Kita menyerukan kepada seluruh pihak tentunya di tengah proses ini untuk terus menahan diri dan tetap mengedepankan selalu dialog dan diplomasi. Serta, menghindari meluasnya efek konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia,” kata Jubir Kemlu RI menegaskan.
Lebih lanjut, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Serta, kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam PBB.
“Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya diplomasi. Yang bertujuan menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan maupun global,” ucap Yvonne.
Pembicaraan damai oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam gagal mencapai kesepakatan di Islamabad. Pembicaraan yang dimediasi Pakistan ini berlangsung pada 11 – 12 April 2026.
| Baca juga: AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan di Islamabad |
Pakistan sebagai mediator pertemuan mendorong kedua pihak untuk terus melanjutkan gencatan senjata yang disepakati pada 8-22 April 2026. Kata Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, Minggu, 12 April 2026.
“Kami berharap kedua belah pihak terus melanjutkan semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran yang langgeng bagi seluruh kawasan dan sekitarnya. Sangat penting bagi para pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” ujar Ishaq Dar dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun media Instagram beberapa saat setelah pembicaraan Iran dan AS selesai pada Minggu, 12 April 2026, pagi.
Sementara, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah memulai perjalanan empat hari ke tiga negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki pada 15 – 18 April 2026. Kunjungan in terjadi ketika Pakistan bersiap untuk kemungkinan putaran kedua pembicaraan AS-Iran di Islamabad yang disampaikan Presiden Trump kepada New York Post, Selasa, 14 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....