Pemerintah RI Lakukan Evakuasi WNI Tahap Ketiga dari Iran

  • 16 Apr 2026 18:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah RI melalui Kemlu bersama KBRI Baku dan KBRI Teheran melaksanakan evakuasi tahap ketiga Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran.
  • Sebanyak 45 WNI telah diberangkatkan dari Teheran pada Minggu, 12 April 2016 melalui jalur darat menuju Baku
  • Berdasarkan data KBRI Teheran, setelah pelaksanaan evakuasi tahap ketiga ini, masih terdapat 236 WNI yang berada di Iran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah RI melalui Kemlu bersama KBRI Baku dan KBRI Teheran melaksanakan evakuasi tahap ketiga Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam konferensi pers, Kamis, 16 April 2026 di Ruang Palapa, Jakarta.

Heni menjelaskan, sebanyak 45 WNI telah diberangkatkan dari Teheran pada Minggu, 12 April 2016 melalui jalur darat menuju Baku. Selanjutnya, para WNI melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial.

Adapun, kedatangan para WNI di tanah air dilakukan secara bertahap dalam tiga kloter. Kloter pertama yang terdiri dari 14 orang telah tiba pada Selasa, 14 April 2026.

“Kloter kedua sebanyak 9 orang tiba pada Rabu, 15 April 2026. Sementara itu, kloter ketiga yang juga berjumlah 9 orang dijadwalkan tiba pada petang hari ini,” ujar Heni menambahkan.

Selain itu, saat ini masih terdapat 13 anak buah kapal (ABK) WNI yang berada di Baku dan menunggu jadwal penerbangan selanjutnya untuk kembali ke Indonesia. Diketahui 13 ABK WNI ini merupakan bagian dari 35 WNI yang berada di pesisir-pesisir Iran akibat ditutupnya akses Selat Hormuz.

“Para evacuees (WNI yang dievakuasi-red) ini setibanya di tanah air kami serah terimakan ke dinas sosial dan badan penghubung provinsi. Untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing,” kata Direktur PWNI Kemlu RI menjelaskan.

Berdasarkan data KBRI Teheran, setelah pelaksanaan evakuasi tahap ketiga ini, masih terdapat 236 WNI yang berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar atau mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom.

Sementara, sisanya terdiri dari pekerja migran Indonesia (PMI) serta ekspatriat yang menikah dengan warga negara setempat. “Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen untuk memberikan pelindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri,” ucap Heni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....