Indonesia-Amerika Serikat Bentuk Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama
- 14 Apr 2026 15:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi membentuk Major Defense Cooperation Partnership atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP).
- Kemitraan ini akan menjadi kerangka kerja untuk memajukan kerja sama pertahanan bilateral antara AS dan Indonesia guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
- Adapun Perjanjian MDCP memiliki tiga “pilar utama” yang didasarkan pada kedaulatan nasional dan prinsip saling menghormati.
RRI.CO.ID, Washington, D.C. - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi membentuk Major Defense Cooperation Partnership atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP). Hal itu diumumkan oleh Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Senin, 13 April 2026 di Pentagon, Washington, D.C.
Kemitraan ini akan menjadi kerangka kerja untuk memajukan kerja sama pertahanan bilateral antara AS dan Indonesia guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Menteri Hegseth dalam pertemuan mengatakan, kedua negara juga melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya.
“Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang serta aktif dan bertumbuh. Khususnya, antara Departemen Urusan Perang dan Indonesia," kata Hegseth.
Kemitraan ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, memperkuat daya tangkal kawasan. Selain itu juga memajukan komitmen bersama terhadap perdamaian melalui kekuatan," ujarnya.
Menteri Hegseth mengatakan, Indonesia telah membantu AS dalam proses pemulangan jenazah prajurit yang gugur selama Perang Dunia II. Selain itu, penandatanganan nota kemitraan ini akan memungkinkan Defense POW/MIA Accounting Agency di bawah Departemen Perang melanjutkan upaya pemulihan jenazah tersebut di Indonesia.
Sementara, Menhan Sjamsoeddin menegaskan pandangan Hegseth mengenai kuatnya hubungan antara AS dan Indonesia. Menurutnya, penguatan kerja sama pertahanan berkelanjutan adalah untuk generasi mendatang kedua negara.
“Hari ini, kami hadir sebagai delegasi Indonesia dengan semangat yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita. Di mana harus berkelanjutan bagi generasi mendatang di Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Menhan Sjamsoeddin.
Menurutnya, kerja sama itu didasari saling menghormati dan saling menguntungkan. “Kita bekerja atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional masing-masing,” katanya.
Adapun Perjanjian MDCP memiliki tiga “pilar utama” yang didasarkan pada kedaulatan nasional dan prinsip saling menghormati. Ketiganya yakni, organisasi militer dan peningkatan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta pelatihan dan kerja sama operasional.
Dalam kerangka perjanjian tersebut, kedua negara akan menjajaki inisiatif mutakhir, termasuk pengembangan bersama kemampuan asimetris yang canggih. Adapun pelopor teknologi pertahanan generasi berikutnya di bidang maritim, bawah laut, dan sistem otonom.
Kemudian, kerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan sistem overhaul guna meningkatkan kesiapan operasional, sebagaimana tertuang dalam pernyataan bersama. Pernyataan tersebut juga menjelaskan AS dan Indonesia sepakat meningkatkan pelatihan bersama pasukan khusus, yang diharapkan akan semakin mempererat hubungan antara militer kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....