Mengulas Sejarah Diplomatik RI-Rusia dari Masa ke Masa
- 13 Apr 2026 10:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jejak awal hubungan Indonesia dengan Rusia sudah terlihat sejak abad ke-19.
- Hubungan diplomatik resmi Indonesia dan Rusia (saat itu Uni Soviet) dimulai pada 3 Februari 1950, dengan pembukaan kedutaan besar masing-masing di kedua negara.
- Kini, hubungan Indonesia dan Rusia telah berkembang menjadi kemitraan yang komprehensif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moscow kembali mengingatkan publik pada panjangnya hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia. Relasi kedua negara telah terjalin sejak masa sebelum kemerdekaan hingga berkembang menjadi kemitraan strategis saat ini.
Mengutip laman kemlu.go.id, jejak awal hubungan Indonesia dengan Rusia sudah terlihat sejak abad ke-19. Ilmuwan Rusia, Nikolay Mikhlukho-Maclay, tercatat mengunjungi Batavia dan Ternate untuk melakukan penelitian antropologi yang kemudian menjadi referensi penting di Eropa.
Kontak awal juga terjadi melalui kunjungan keluarga kerajaan Rusia. Pangeran Nikolai Alexandrovich Romanov sempat mengunjungi sejumlah wilayah di Hindia Belanda.
Kunjungan tersebut terjadi pada tahun 1890. Hingga akhirnya Rusia menunjuk konsul pertamanya di Batavia beberapa tahun setelahnya.
| Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Moskow |
Hubungan diplomatik resmi Indonesia dan Rusia (saat itu Uni Soviet) dimulai pada 3 Februari 1950. Kedua negara kemudian membuka kedutaan besar masing-masing di Moskow dan Jakarta pada 1954.
Era 1950-an hingga pertengahan 1960-an dikenal sebagai masa keemasan hubungan kedua negara. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, menjalin hubungan erat dengan pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev.
Kedekatan tersebut menghasilkan berbagai proyek monumental di Indonesia. Di antaranya pembangunan Gelora Bung Karno, Rumah Sakit Persahabatan, hingga dukungan alutsista dalam pembebasan Irian Barat.
Namun, hubungan kedua negara sempat merenggang pada masa Orde Baru. Sentimen politik global saat itu membuat hubungan Indonesia dan Uni Soviet mengalami stagnasi.
Hubungan mulai mencair kembali setelah kunjungan Soeharto ke Moskow pada 1989. Momentum ini menjadi titik awal normalisasi hubungan kedua negara.
Memasuki era reformasi, hubungan bilateral kembali diperkuat. Pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Vladimir Putin pada 2003 menghasilkan deklarasi kemitraan strategis abad ke-21.
Kerja sama tersebut terus berkembang di berbagai bidang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memperkuat hubungan bilateral, termasuk dalam forum internasional seperti KTT G20.
Pada masa Joko Widodo, hubungan Indonesia-Rusia semakin diperluas melalui kerja sama ekonomi, pertahanan, dan investasi. Salah satu hasilnya adalah komitmen investasi besar di sektor energi.
Kunjungan Jokowi ke Moskow pada 2022 juga membawa misi penting terkait perdamaian global dan ketahanan pangan. Hal ini menunjukkan peran Indonesia sebagai mitra strategis yang aktif di panggung internasional.
Di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Presiden juga menjalin komunikasi intensif dengan Presiden Vladimir Putin. Keduanya sempat bertemu dalam suasana hangat di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Juni 2025.
Pertemuan tersebut berlangsung akrab dan menandai kesinambungan hubungan kedua negara. Bahkan sebelumnya, kedua pemimpin juga telah bertemu di Moskow saat Prabowo masih berstatus presiden terpilih.
Pertemuan terakhir digelar di Istana Kremlin, Moskow, pada Desember 2025. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Rusia serta menegaskan komitmen memperkuat kerja sama strategis.
Intensitas pertemuan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia tidak hanya berakar pada sejarah panjang. Namun juga terus berkembang melalui diplomasi aktif di tingkat kepala negara hingga saat ini.
Kini, hubungan Indonesia dan Rusia telah berkembang menjadi kemitraan yang komprehensif. Kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow menjadi kelanjutan dari diplomasi panjang yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....