Indonesia Kenalkan Strategi Dorong Transaksis Mata Uang Lokal dengan Malaysia

  • 06 Apr 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto mendorong Indonesia dan Malaysia memaksimalkan Transaksis Mata Uang Lokal (LCT).
  • Indonesia kenalkan konsep “LAJU” yang terdiri atas beberapa langkah, untuk penggunaan mata uang lokal.
  • LCT disebut merupakan sistem yang secara efektif menghilangkan biaya double conversion (konversi ganda melalui USD) yang selama ini membebani pelaku usaha.

RRI.CO.ID, Johor Bahru - Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto mendorong Indonesia dan Malaysia memaksimalkan Transaksis Mata Uang Lokal (LCT). Menurutnya, hal itu didukung dengan konsep “LAJU” yang terdiri atas beberapa langkah.

Sigit menjelaskan “LAJU” terdiri atas “L” yang berarti “Local Currency” atau mata uang lokal. Hal ini menurutnya, mendorong agar mata uang lokal sebagai pilihan utama guna mencapai efisiensi dan kedaulatan ekonomi.

“Kemudian, “A” atau ”Accelerate Adoption, yaitu mempercepat adopsi oleh sektor perbankan dan pebisnis mengingat infrastruktur teknis sudah tersedia. “J” yaitu Joint Growth yakni, menempatkan LCT sebagai instrumen pertumbuhan bersama yang memberikan keuntungan setara bagi kedua negara dan kawasan,” ujar Konsul Sigit saat menghadiri forum strategis bertajuk “Leveraging the Benefits of Local Currency Transactions (LCT) Indonesia-Malaysia to Support Bilateral Economic Growth”, Rabu, 1 April 2026, di Novotel Hotel, Johor Bahru.

Sedangkan, “U” atau Unlock Potential yaitu mengoptimalkan potensi besar yang selama ini terhambat. Terutama, di sektor perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga mobilitas talenta profesional.

Adapun, LCT disebut merupakan sistem yang secara efektif menghilangkan biaya double conversion (konversi ganda melalui USD) yang selama ini membebani pelaku usaha. Kemudian, menurunkan biaya logistik, meningkatkan efisiensi serta memberikan kepastian nilai tukar yang lebih stabil.

“Bagi masyarakat umum, LCT mempermudah pembayaran sekolah anak di luar negeri hingga tagihan rumah sakit tanpa harus khawatir dengan fluktuasi mata uang global. LCT juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan regional,” ucap Konsul RI dalam forum yang merupakan kolaborasi KJRI Johor Bahru dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapore.

Indonesia dan Malaysia sebenarnya telah memiliki kerangka kerja LCT, namun implementasinya masih belum optimal. Meskipun penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar transaksi masih bergantung pada mata uang global.

Sementara, kerangka kerja LCT telah dirintis oleh kedua negara sejak 2016, namun pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Sebagai gambaran, pangsa penyelesaian perdagangan Malaysia-Indonesia dalam mata uang lokal baru mencapai sekitar 16,3 persen atau setara RM10,6 miliar pada 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....