Perbatasan Suriah-Lebanon ditutup, KBRI Imbau WNI Tunda Perjalanan Darat

  • 05 Apr 2026 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Isral ancam serang Masnaa, Lebanon sehingga pintu perbatasan dengan Suriah ditutup
  • 2. Pihak KBRI di Damaskus meminta WNI menunda perjalanan ke Lebanon
  • 3. Tiga prajurit TNI pasukan perdamaian gugur di Lebanon akibat serangan Israel

RRI.CO.ID, Jakarta- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, Suriah mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke Lebanon. Selain itu, pintu pos penyeberangan perbatasan Jdeidet Yabous (Suriah)- Masnaa (Lebanon) ditutup sejak Sabtu 4 April 2026.

“Tidak melakukan perjalanan menuju pos penyeberangan perbatasan Jdeidet Yabous-Masnaa dan sekitarnya. Menunda perjalanan lintas darat Suriah-Lebanon hingga situasi dinyatakan aman,” tulis KBRI dalam Instagram, Minggu, 5 April 2026.

Pihak KBRI menjelaskan Otoritas Perbatasan dan Bea Cukai Suriah mengumumkan penutupan pos penyeberangan karena ancaman serangan Israel ke Masnaa. Pihak KBRI menegaskan imbauan untuk WNI demi memastikan WNI dalam keadaan selamat.

“Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pelintas. Untuk sementara pos penyeberangan perbatasan ditutup hingga situasi dinyatakan aman,” katanya.

Pihak KBRI juga mengeluarkan imbauan lainnya seperti meningkatkan kewaspadaan. Kemudian mencermati kondisi wilayah masing-masing, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat dan KBRI.

KBRI juga meminta agar masyarakat Indonesia di Suriah dapat menghubungi hotline KBRI di Damaskus apabila menghadapi situasi kedaruratan. Adapun hotline KBRI Damaskus yaitu +963 954 444 810/+963 983 493 426.

Perwakilan Pemerintah Indonesia di Damaskus juga meminta agar WNI menghindari berpergian ke wilayah rawan dan berpotensi terdampak. Pihak KBRI akan memantau perkembangan situasi di kawasan dan menyampaikan kepada masyarakat.

Israel dan kelompok Hizbullah di Selatan Lebanon saling melancarkan serangan imbas meluasnya perang Iran. Serangan Israel, mengakibatkan enam prajurit TNI pasukan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Dari enam prajurit, tiga orang diantaranya gugur akibat serangan Israel. Ketiganya yaitu, Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Presiden mengecam keras insiden yang menyebabkan wafatnya para prajurit tersebut.

"Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian," kata Presiden Prabowo dalam unggahan di akun Instagram resmi @prabowo, Minggu, 5 April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....