WHO Serukan Dukungan Mendesak Sistem Kesehatan Timteng

  • 04 Apr 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WHO menyerukan dukungan mendesak bagi sistem kesehatan di lima negara terdampak konflik Timur Tengah yang mengalami tekanan berat.
  • WHO meluncurkan permohonan dana darurat 30,3 juta dolar AS untuk mempertahankan layanan kesehatan esensial, perawatan trauma, serta pengawasan penyakit dan kesiapsiagaan darurat.
  • Hingga 31 Maret, konflik menyebabkan lebih dari 4 juta orang mengungsi, lebih dari 3.300 tewas, dan sekitar 30.000 terluka, sehingga dukungan internasional dinilai sangat mendesak.

RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan dukungan mendesak bagi sistem kesehatan di sejumlah negara yang terdampak konflik Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan setelah meningkatnya kekerasan yang menyebabkan tekanan berat pada layanan kesehatan di kawasan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut sistem kesehatan di lima negara terdampak berada dalam kondisi kritis. Negara tersebut meliputi Lebanon, Iran, Iraq, Syria, dan Jordan, dikutip dari Xinhua dan WHO, Sabtu, 4 April 2026.

WHO meluncurkan permohonan pendanaan darurat sebesar 30,3 juta dolar AS (Rp514,9 miliar). Permohonan dana tersebut diajukan untuk mendukung respons kesehatan dari Maret hingga Agustus 2026.

Dana tersebut ditujukan untuk mempertahankan layanan kesehatan esensial dan memperkuat perawatan trauma. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk meningkatkan pengawasan penyakit serta sistem peringatan dini.

Selain itu, WHO juga berupaya meningkatkan penanganan korban massal dan kesiapsiagaan terhadap keadaan darurat kimia, biologis, radiologis, dan nuklir. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan nasional di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Menurut WHO, hingga 31 Maret, konflik di Timur Tengah telah menyebabkan lebih dari 4 juta orang mengungsi. Permusuhan yang berlanjut juga mengakibatkan lebih dari 3.300 kematian dan sekitar 30.000 orang mengalami luka-luka.

WHO menilai kebutuhan layanan kesehatan meningkat cepat di kawasan tersebut. Organisasi tersebut menegaskan dukungan internasional sangat mendesak untuk mencegah sistem kesehatan di negara-negara terdampak semakin kolaps.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....