Kedubes Palestina Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

  • 02 Apr 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kedutaan Besar Palestina di Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Presiden, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
  • Palestina menilai pengorbanan para prajurit sebagai bentuk dedikasi kemanusiaan dan simbol kebersamaan dalam menjaga perdamaian dunia.
  • Kedubes Palestina juga mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia yang disebut menyebabkan gugurnya tiga prajurit tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Ucapan duka tersebut juga disertai simpati kepada keluarga para prajurit yang ditinggalkan.

“Pengorbanannya akan selalu dikenang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan,” kata Kedubes Palestina dalam pernyataan tertulis, Kamis, 2 April 2026. Pihaknya menilai peristiwa tersebut menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dalam membela tujuan bersama serta menegakkan keadilan.

Kedutaan Palestina mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia yang disebut dilakukan oleh Israel. Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya tiga prajurit yang disebutnya sebagai pahlawan kebanggaan Indonesia dan masyarakat merdeka di dunia.

“Kami memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya yang luas kepada mereka. Menempatkan mereka di surga-nya yang lapang,” tulisnya.

Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Diketahui, ketiga prajurit sedang menjalankan tugas misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Peristiwa ini terjadi di tengah masifnya serangan tentara Israel ke Lebanon Selatan. Kepala Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jean‑Pierre Lacroix menyebut serangan terhadap pasukan perdamaian termasuk kejahatan perang.

“Insiden ini tidak bisa diterima,” ucapnya dalam keterangan pers di Markas Besar PBB, New York. Kecaman terhadap serangan terhadap pasukan perdamaian juga berdatangan dari berbagai negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....