Akui Gaya Kepemimpinan Detail, Presiden Prabowo: Saya Memang Micromanager
- 31 Mar 2026 18:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan gaya kepemimpinannya cenderung detail dan terlibat langsung dalam berbagai urusan pemerintahan
- Presiden mengatakan para menteri yang bekerja dengannya kerap menyebutnya sebagai "Micromanager"
- Presiden Prabowo mengungkapkan kebiasaannya menghubungi para menteri pada dini hari untuk memastikan berbagai hal berjalan sesuai rencana
- Namun Presiden Prabowo mengaku mulai mempertimbangkan kembali gaya kepemimpinannya karena khawatir mendapat laporan kondisi kesehatan sejumlah pejabat yang menurun
RRI.CO.ID, Tokyo - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan gaya kepemimpinannya cenderung detail dan terlibat langsung dalam berbagai urusan pemerintahan. Presiden mengatakan para menteri yang bekerja dengannya kerap menyebutnya sebagai "Micromanager".
Presiden mengakui dirinya sebagai pemimpin yang aktif memantau pekerjaan tim. Presiden kerap turun langsung dalam proses pengambilan keputusan hingga operasional harian.
“Para menteri saya menyebut saya sebagai micromanager. Ya, saya akui, saya memang micromanager,” kata Presiden Prabowo dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin, 30 Maret 2026.
Kepala Negara juga mengungkapkan kebiasaannya menghubungi para menteri pada waktu yang tidak lazim. Bahkan, komunikasi tersebut dilakukan pada dini hari untuk memastikan berbagai hal berjalan sesuai rencana.
Presiden mengatakan panggilan tersebut bisa dilakukan antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari kinerja hingga perkembangan harga kebutuhan pokok.
Namun demikian, Presiden Prabowo mengaku mulai mempertimbangkan kembali gaya kepemimpinannya tersebut. Presiden merasa khawatir karena mendapat laporan kondisi kesehatan sejumlah pejabat yang menurun.
“Saya agak merasa bersalah, karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum. Kadang saya mendapat laporan ada pejabat senior yang dirawat di rumah sakit, kenapa? Masalah jantung,” ujar Presiden.
Selain membahas gaya kepemimpinan, Presiden juga menyinggung upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi. Pemerintah saat ini fokus menghilangkan berbagai hambatan yang dinilai mengganggu dunia usaha.
Langkah tersebut dilakukan melalui deregulasi terhadap aturan yang dianggap tidak relevan. Upaya ini sekaligus untuk mendorong efisiensi serta kemudahan berusaha di Indonesia.
Pemerintah juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani hambatan investasi. Satgas tersebut bertugas mengidentifikasi serta menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Presiden menegaskan bahwa perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri dapat melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi. Termasuk keterlambatan proses, kendala administratif, hingga praktik yang merugikan.
Dengan adanya satgas tersebut, pemerintah berharap proses investasi menjadi lebih transparan dan responsif. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....