Indonesia-Jepang Fokus Penguatan Kerja Sama Ekonomi hingga Mitigasi Bencana

  • 31 Mar 2026 17:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto akan meratifikasi Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement
  • 2. Presiden Prabowo Ajak Perusahaan Jepang dalam penguatan inisiasi Asia Zero Emission Community
  • 3. Indonesia-Jepang perkuat kerja sama maritim dan mitigasi bencana

RRI.CO.ID, Tokyo- Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua negara. Kerja sama kemitraan tersebut dibidang keamanan, ekonomi, lingkungan, energi dan investasi.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan dibidang ekonomi, Indonesia akan meratifikasi perjanjian kemitraan ekonomi bilateral atau Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Pemerintah akan meratifikasi secepatnya.

“ Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” ujar Presiden Prabowo, dalam pertemuan dengan PM Takaichi, di Istana Akasaka, Tokyo, Jepang, Selasa, 31 Maret 2026.

Presiden Prabowo mengajak Jepang untuk mendukung upaya Indonesia dalam pengembangan mineral kritis dan tanah jarang (rare earth). Selanjutnya industrialisasi melalui program hilirisasi, pengembangan energi terbarukan dan energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi ke depan.

“Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia. Kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth, kami mengundang Jepang partisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi,” kata Kepala Negara.

Di sektor energi, Presiden Prabowo mengapresiasi investasi perusahaan Jepang, Inpex Corporation, dalam proyek gas abadi Blok Masela. Presiden Prabowo berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi setelah mengalami penundaan cukup panjang.

“Kami juga mengundang Jepang untuk ikut bersama-sama dalam kooperasi. Kolaborasi di semua bidang termasuk yang tadi saya sampaikan pendidikan, pariwisata, dan people-to-people program,” ujar Presiden Prabowo.

Adapun di sektor lingkungan, Presiden Prabowo menyinggung pentingnya penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community. Penguatan inisiatif dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Indonesia.

“Kami juga akan mendorong Asia Zero Emission Community di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia dan kami akan mempercepat dan membantu debottlenecking proyek-proyek yang ada, sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla,” ungkap Presiden Prabowo.

Sementara itu, PM Takaichi mengatakan Indonesia-Jepang sepakat memperkuat kerja sama dalam pengembangan industri Indonesia. Kemudian peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Dukungan berkelanjutan untuk pengembangan industri Indonesia. Kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia termasuk sektor AI,” ujar PM Takaichi.

Selanjutnya, perluasan kerja sama pada sektor maritim dan penanggulangan bencana, karena Indonesia-Jepang adalah negara yang rawan bencana. Indonesia-Jepang juga sepakat memperkuat kerja sama dibidang maritim.

"Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, pandangan disepakati tentang kerja sama maritim. Termasuk promosi industri perikanan dan penguatan kerja sama dalam manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir," katanya.

Kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya dan energi. PM Takaichi akan mendorong implementasi mineral kritis dan energi, termasuk melalui kerangka Agent Zero Emission Community Initiative (AZEC).

Di bidang keamanan, Jepang dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas Angkatan Laut dan keamanan maritim. PM Takaichi juga menyoroti perkembangan kerja sama pertahanan kedua negara.

“Kami menyambut baik bahwa setelah pertemuan dua plus pada 2 tahun lalu, diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan. Melalui upaya-upaya ini, kedua negara kita akan bekerja sama untuk lebih mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia,” lanjut PM Takaichi.

Kedua pemimpin tersebut juga menyoroti isu regional dan global seperti eskalasi di Timur Tengah, Laut Cina Selatan, serta respons terhadap Korea Utara. PM Takaichi menegaskan bahwa kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang menjadi penting, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan dan ketahanan energi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....