Watap RI Bertemu Sekjen PBB Minta Penyelidikan Tewasnya Personel Garuda di UNIFIL
- 31 Mar 2026 12:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Tetap RI di PBB New York Amerika Serikat, Duta Besar Umar Hadi bertemu Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Senin, 30 Maret 2026.
- Dubes Umar Hadi menuntut penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan terhadap insiden yang menyebabkan gugurnya tiga personel Garuda.
- PTRI New York menyebut, mengutuk keras serangan keji terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 dan 30 Maret 2026.
RRI.CO.ID, New York - Wakil Tetap RI di PBB New York Amerika Serikat, Duta Besar Umar Hadi bertemu Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Senin, 30 Maret 2026. Pertemuan di Markas Besar PBB ini turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix.
Pada pertemuan itu Dubes Umar Hadi menuntut penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan terhadap insiden yang menyebabkan gugurnya tiga personel Garuda. Demikian dilansir dari akun Instagram Perutusan Tetap RI (PTRI) New York.
Dubes Umar Hadi menekankan, prinsip-prinsip yang menjamin keselamatan dan keamanan seluruh personel penjaga perdamaian PBB. Menurutnya, Indonesia menghormati pengorbanan tertinggi yang dilakukan oleh Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.
Ia mengatakan, keberanian para personel penjaga perdamaian Garuda di UNIFIL menjadi bukti komitmen teguh Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan global. Sementara, di dalam unggahan di akun media sosial, PTRI New York turut mengutuk keras serangan keji terhadap personel Garuda.
PTRI New York menyebut, mengutuk keras serangan keji terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 dan 30 Maret 2026. Hal ini mengakibatkan gugurnya para penjaga perdamaian Indonesia yang gagah berani dan melukai beberapa lainnya.
Sementara, penyelidikan terhadap tewasnya personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL pada Minggu, 29 Maret 2026, sedang berlangsung tetapi akan memakan waktu. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
“Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan ditemukan oleh penyelidikan. Setelah penyelidikan selesai, sesuai praktik biasa, kami akan membagikannya kepada pihak-pihak terkait,” kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel kepada UN News.
“Dan, tergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka. Kami akan secara resmi memprotes hal itu kepada mereka," ujarnya.
Sementara, insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
PBB mengutuk keras insiden yang menyebabkan personel penjaga perdamaian sebagai korban. Sekaligus, menyatakan keprihatinan perilaku agresif terhadap personel penjaga perdamaian UNIFIL.
“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini, personel penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. Kami juga tetap sangat prihatin tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix saat konferensi pers, Senin, 30 Maret 2026, sore waktu setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....