Presiden Tekankan Kehadiran Danantara sebagai Jaminan Keamanan Investasi
- 31 Mar 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan kehadiran Danantara sebagai penjamin keamanan dan kepastian berusaha di Indonesia.
- Presiden memperkenalkan Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis milik negara yang bertugas mengonsolidasikan pengelolaan aset nasional secara lebih terarah dan profesional.
- Menurut Presiden, kinerja Danantara selama satu tahun terakhir menunjukkan hasil yang positif dan menjanjikan.
RRI.CO.ID, Tokyo – Presiden Prabowo Subianto menekankan kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merupakan jaminan keamanan dan kepastian berusaha di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat berpidato pada Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Jepang, Senin 30 Maret 2026.
Pada kesempatan itu, Presiden mengajak investor Jepang untuk memperkuat kerja sama melalui pengelolaan investasi nasional. “Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kami serius serta akan melindungi semua investor,” ujarnya.
Presiden juga memperkenalkan Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis milik negara. Tugasnya untuk mengonsolidasikan pengelolaan aset nasional secara lebih terarah dan profesional.
Menurut Kepala Negara pengelolaan aset negara kini berada dalam satu sistem manajemen terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta akuntabilitas pengelolaan kekayaan negara.
“Hampir semua aset kami sekarang berada di bawah pengelolaan satu manajemen,” ucapnya. “Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik.”
Presiden menambahkan kinerja Danantara selama satu tahun terakhir menunjukkan hasil positif dan menjanjikan. Peningkatan tersebut menjadi indikator kuat potensi pengelolaan aset negara secara optimal.
“Hasilnya sangat menjanjikan, pada tahun pertama operasi dana kekayaan negara kami mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya. Bahkan, lanjut Kepala Negara, beberapa di antaranya menghasilkan peningkatan hampir 300 persen dalam pengembalian aset.
Presiden Prabowo mengatakan reputasi Indonesia di mata internasional telah terbangun kuat dalam jangka waktu panjang. Hal itu tercermin dari konsistensi pemerintah dalam menjaga kredibilitas keuangan negara.
“Reputasi ini bukan baru berusia lima, 10, atau 15 tahun, tetapi sudah selama beberapa dekade,” ucapnya. “Seperti Anda ketahui, kami tidak pernah gagal membayar utang-utang kami.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....