TNI: Personel UNIFIL Garuda Luka Berat Dievakuasi Gunakan Helikopter
- 30 Mar 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satu Personel Garuda di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengalami luka berat di Lebanon Selatan telah dievakuasi ke Beirut.
- Dalam insiden itu juga menyebabkan dua prajurit TNI mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
- Keempat personel yang terdampak insiden serangan ini diketahui tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
RRI.CO.ID, Jakarta - Satu Personel Garuda di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengalami luka berat di Lebanon Selatan telah dievakuasi ke Beirut. Adapun Praka Rico Pramudia merupakan personel penjaga perdamaian yang mengalami luka berat akibat insiden serangan, Minggu, 29 Maret 2029.
Sementara, insiden terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan. Namun, serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
“Satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut. Yaitu, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.
Kapuspen menambahkan, dalam insiden itu juga menyebabkan dua prajurit TNI mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Para prajurit itu diketahui bernama Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan telah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Level I UNIFIL.
Sayangnya, insiden ini turut menyebabkan seorang prajurit gugur yaitu, Praka Farizal Rhomadhon. “Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu pihak KBRI Beirut,” ujarnya.
Keempat personel yang terdampak insiden serangan ini diketahui tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Sementara, seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP) UNIFIL.
“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Kapuspen TNI.
Kapuspen menyatakan, TNI menegaskan komitmen melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab. “Dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit dan memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....