Selain AS, Jutaan Orang Eropa juga Lakukan Protes ‘No Kings’
- 30 Mar 2026 11:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jutaan orang menggelar aksi “No Kings” menentang Presiden AS Donald Trump di lebih dari 3.300 lokasi, sebagai protes terhadap kebijakan imigrasi, perang Iran, dan isu demokrasi.
- Sekitar 20.000 demonstran di Eropa turun ke jalan di kota seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma, termasuk aksi di Paris dan London yang menyoroti konflik Iran serta isu rasisme.
- Gerakan “No Kings” merupakan aksi ketiga dalam kurang dari setahun, setelah demonstrasi sebelumnya yang menarik jutaan peserta, termasuk kritik terhadap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
RRI.CO.ID, Amsterdam — Jutaan orang menggelar aksi protes terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump Sabtu, 28 Maret 2026. Protes tersebut dilakukan sebagai bagian dari gerakan ‘No Kings’.
Demonstrasi berlangsung di seluruh Amerika Serikat dan sebagian negara lain. Para peserta menentang gaya pemerintahan yang dianggap otoriter, kebijakan imigrasi garis keras, penyangkalan perubahan iklim, serta perang dengan Iran.
Melansir dari Euro News, Senin, 30 Maret 2026, penyelenggara menyebut sedikitnya delapan juta orang ikut serta dalam aksi tersebut. Kegiatan digelar dalam lebih dari 3.300 lokasi di kota besar, pinggiran, hingga daerah pedesaan.
Aksi serupa juga berlangsung di Eropa, dengan sekitar 20.000 orang berunjuk rasa di kota-kota seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma. Di Paris, ratusan orang berkumpul di Bastille bersama serikat buruh dan organisasi hak asasi manusia.
Di Roma, ribuan orang memprotes serangan terhadap Iran sekaligus mengkritik Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Aksi di London juga menentang perang Iran, peserta membawa spanduk bertuliskan “stop the far right” dan “stand up to racism”.
Ini merupakan aksi “No Kings” ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun. Aksi pertama digelar pada ulang tahun Trump ke-79 dan bertepatan dengan parade militer di Washington.
Aksi protes pertama tersebut diikuti jutaan orang dari New York City hingga San Francisco. Demonstrasi kedua pada Oktober lalu menarik sekitar tujuh juta peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....