Protes ‘No Kings’ Libatkan 8 Juta Orang di Dunia

  • 30 Mar 2026 10:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lebih dari 8 juta orang mengikuti aksi “No Kings” di lebih dari 3.300 lokasi di Amerika Serikat dan belasan negara lain, menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam satu hari yang menentang pemerintahan Donald Trump.
  • Aksi dipicu berbagai isu, termasuk penggerebekan imigrasi, perang Iran, kenaikan harga kebutuhan, dan hak pilih.
  • Demonstrasi berlangsung di kota besar hingga daerah konservatif serta kota dunia seperti Tokyo dan Paris, dan penyelenggara menegaskan gerakan “No Kings” akan berlanjut sebagai tekanan politik jangka panjang.

RRI.CO.ID, Washington — Aksi protes “No Kings” menarik lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026. Aksi protes tersebut menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar yang pernah terjadi dalam satu hari di Amerika Serikat.

Melansir dari The Guardian, aksi ini berlangsung di lebih dari 3.300 lokasi di seluruh negeri serta di lebih dari selusin negara, menurut penyelenggara. Koalisi yang mengorganisasi protes tersebut mencakup kelompok Indivisible, 50501, serikat buruh, dan berbagai organisasi akar rumput.

Aksi sebelumnya pada Oktober dilaporkan diikuti sekitar 7 juta orang, sehingga partisipasi kali ini menunjukkan peningkatan signifikan. Para peserta turun ke jalan karena berbagai isu, mulai dari penggerebekan ICE, perang Iran, serta kekhawatiran terhadap hak pilih.

Kenaikan harga bensin dan bahan makanan juga menjadi faktor yang memicu kemarahan publik terhadap pemerintahan Donald Trump. Di wilayah Twin Cities Minnesota, sekitar 200.000 orang memenuhi jalan-jalan untuk berkabung sekaligus menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam aksi tersebut, senator independen Bernie Sanders berbicara tentang pengaruh orang ultra-kaya dalam politik. Penyanyi Bruce Springsteen juga tampil dan memimpin massa meneriakkan slogan “Ice out now!”.

Di New York City, beberapa kelompok protes bergabung melalui Times Square dan menuju Central Park. Di Washington, D.C., sekelompok ibu Palestina mengibarkan bendera besar sebagai simbol protes terhadap konflik luar negeri.

Sementara itu, di Chicago, ribuan orang berkumpul di Grant Park, Wali Kota Brandon Johnson menyatakan bahwa gerakan tersebut semakin besar. Protes tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah konservatif dan daerah pedesaan.

Kota seperti Midland di Texas dan Boise di Idaho turut menggelar aksi. Demonstrasi serupa juga berlangsung di berbagai kota dunia seperti Tokyo, Paris, Berlin, Roma, dan Sydney.

Di beberapa lokasi, demonstran pro-Trump juga hadir sebagai aksi tandingan. Koalisi penyelenggara menekankan bahwa seluruh aksi dilakukan secara damai.

Mereka menyatakan bahwa No Kings bukan hanya demonstrasi satu hari. Gerakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kekuatan publik dan menentang kebijakan pemerintahan Trump.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....