Sejarah Hanami, Tradisi Musim Semi Jepang yang Bertahan Lebih dari 1.000 Tahun
- 30 Mar 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tradisi hanami di Jepang bermula pada periode Nara ketika kalangan bangsawan menikmati keindahan bunga plum (ume) sebelum beralih ke bunga sakura pada periode Heian.
- Seiring waktu, hanami berkembang dari tradisi kalangan istana menjadi kegiatan populer di masyarakat luas, terutama sejak periode Edo.
RRI.CO.ID, Tokyo - Hanami merupakan tradisi musim semi yang telah dinikmati masyarakat Jepang sejak zaman dahulu. Secara harfiah, hanami berarti “melihat bunga”.
Namun dalam praktiknya, istilah ini hampir selalu merujuk pada kegiatan menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran. Dalam budaya Jepang, kegiatan melihat bunga selain sakura biasanya disebut dengan nama bunga tersebut.
Contohnya, ume-mi untuk melihat bunga plum, kan-ume, atau kan-kiku. Berbeda dengan itu, istilah “hanami” secara khusus digunakan ketika orang pergi untuk menyaksikan mekarnya sakura.

Masyarakat Jepang akan berkumpul di taman, tepi sungai, atau pegunungan untuk melakukan hanami sebagai simbol datangnya musim semi. Namun, tradisi ini memiliki sejarah panjang yang telah berlangsung selama lebih dari 1.000 tahun.
Melansir laman haa.athuman.com, awal mula hanami diperkirakan berasal dari periode Nara (abad ke-8). Pada masa itu, kalangan bangsawan Jepang memiliki kebiasaan menikmati keindahan bunga ume (plum) yang dibawa dari Tiongkok.
Kegiatan mengagumi bunga tersebut dilakukan sambil membuat puisi atau mengadakan perjamuan kecil sebagai bagian dari budaya aristokrat. Meski sakura sudah dikenal pada masa itu, pohon tersebut dianggap sakral sehingga tidak selalu dijadikan objek hiburan.

Memasuki periode Heian, perhatian masyarakat mulai beralih dari bunga plum ke bunga sakura. Hal ini dipengaruhi semakin berkembangnya budaya Jepang yang lebih menonjolkan identitas lokal.
Catatan dalam karya sastra klasik seperti Genji Monogatari dan Kokin Wakashū menunjukkan sakura telah menjadi simbol musim semi. Selain itu, hal ini sering pula dirayakan melalui pesta di bawah pohon oleh para bangsawan istana.
Seiring waktu, tradisi tersebut tidak hanya dinikmati oleh kalangan istana. Pada periode Kamakura hingga Azuchi-Momoyama, samurai dan masyarakat umum mulai ikut merayakan hanami.

Salah satu peristiwa terkenal adalah pesta bunga sakura yang diselenggarakan oleh Toyotomi Hideyoshi. Kegiatan ini dihadiri ribuan orang dan menjadi simbol kemeriahan hanami pada masa itu.
Pada periode Edo, hanami berkembang menjadi kegiatan populer di kalangan rakyat. Berbagai jenis sakura mulai dikembangkan, termasuk varietas Somei Yoshino yang menjadi salah satu jenis sakura paling terkenal di Jepang.
Tradisi berkumpul di bawah pohon sakura sambil menikmati makanan dan minuman pun mulai meluas di kalangan masyarakat. Kini, hanami tidak hanya menjadi tradisi nasional Jepang, tetapi juga menjadi objek wisata pada setiap musim semi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....