Harga BBM di Thailand Naik imbas Perang Iran-Israel

  • 29 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Harga bahan bakar minyak (BBM) di Thailand mengalami kenaikan 6 Baht
  • 2. Kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga pangan
  • 3. Kenaikan harga BBM memicu panic buying
  • 4. Pemerintah menetapkan WFH

RRI.CO.ID, Jakarta- Harga bahan bakar minyak (BBM) di Thailand mengalami kenaikan setelah pemerintah memangkas subdisi imbas perang di Timur Tengah. Harga BBM naik 6 Bath atau setara Rp3.108 per liter (kurs 1 THB/Baht=Rp518).

“Secara umum, BBM di Thailand dibagi menjadi tiga jenis yakni 91, 95 dan diesel. Semua jenis minyak naik 6 Baht,” Hal ini diinformasikan oleh disapora Indonsia di Thailand, Khalid Wardhana, kepada RRI.CO.ID, Minggu, 29 Maret 2026.

Adapun harga BBM terbaru yakni jenis 91 menjadi 40.68 Baht per liter (Rp20.990,88), jenis 95 naik menjadi 41.05 Baht atau Rp21.181,8 per liter. Adapun harga diesel yakni 38.94 baht per liter (Rp20.093,04).

Khalid mengatakan kenaikan harga BBM berimbas kepada naiknya harga pangan terutama di Bangkok, Chiang Mai, dan Hat Yai. Kenaikan harga BBM juga memicu membengkaknya biasa operasional di sektor pertanian sehingga harga pangan naik.

Kenaikan harga BBM memicu panic buying (memborong beli BBM) pada hari pertama konflik. Kemudian menjadi pemandangan biasa terjadi antrian kendaraan di SPBU sejak pagi hari dan sejumlah SPBU tutup karena kosong BBM.

“Ada beberapa antrian mobil, khususnya di pagi hari yang bisa mencapai 12-15 mobil, karena beberapa SPBU harga bensinnya lebih murah beberapa sen. Kemudian ada pula lokasinya lebih dekat,” ujarnya.

Baca Juga : https://berita.rri.co.id/internasional/2287133/krisis-energi-pemerintah-filipina-terapkan-belajar-siswa-secara-online?nocache=true

Masyarakat Thailand menyikapi situasi tersebut dengan tidak berpergian jauh atau lebih banyak beraktitivitas di dalam rumah. Kemudian beralih ke transportasi umum sehingga transportasi umum di Bangkok mengalami kepadatan dengan kenaikan penumpang 10-15 persen dibandingkan hari biasa.

Pemerintah Thailand juga menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), empat kali dalam seminggu. Pemerintah juga mengimbau warga untuk menyalakan AC disuhu 26 derajat demi menghemat energi.

“Imbauan untuk tidak memakai jas karena Thailand musim panas sehingga kalau tidak pakai jas, maka suhu tubuh akan lebih rendah. Tidak perlu menurunkan suhu AC, menaikkan biaya bensin 6 Baht,” ujarnya menerangkan.

Pemerintah Thailand juga akan menaikan insentif bantuan sosial dari 300 Baht (Rp155.412) menjadi 400 baht per hari (Rp207.168). Pemerintah Thailand memastikan cadangan BBM cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan kedepan.

Thailand memiliki lima kilang mintak yang mampu memproduksi 35.28 juta liter per hari. Adapun untuk konsumsi harian hanya 31.41 juta liter per hari.

“Menggabungkan stok komersial, cadangan yang diwajibkan secara hukum, dan pasokan masa depan yang dikontrak. Produksi diesel , enam kilang menghasilkan hampir 80 juta liter per hari dibandingkan dengan permintaan 67–70 juta liter,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....