Perang Timur Tengah, Petugas dan Fasilitas Kesehatan tidak Luput dari Serangan

  • 29 Mar 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melaporkan, fasilitas kesehatan tidak luput dari serangan perang Timur Tengah (Timteng).
  • Menurut pemantau serangan terhadap fasilitas kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah terjadi 21 serangan terhadap petugas dan fasilitas kesehatan di Iran.
  • WHO mengatakan bahwa pengiriman bantuan mulai "kembali normal" dari Dubai.

RRI.CO.ID, Teheran - Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melaporkan, fasilitas kesehatan tidak luput dari serangan perang Timur Tengah (Timteng). Demikian kata Kepala Delegasi IFRC di Iran, Maria Martinez, seperti dilansir UN News.

Menurut pemantau serangan terhadap fasilitas kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah terjadi 21 serangan terhadap petugas dan fasilitas kesehatan di Iran. Martinez mencatat bahwa 17 pusat Bulan Sabit Merah telah diserang dan hampir 100 ambulans rusak atau hancur.

“Ini bukan sekadar kendaraan. Ini seringkali merupakan satu-satunya harapan yang dimiliki orang-orang ketika bom berjatuhan,” ujar Martinez.

Martinez juga menyoroti dampak pemogokan yang "memburuk dengan cepat" di ibu kota, Teheran. Kota dengan sekitar sembilan juta penduduk yang disebutnya terasa benar-benar kosong.

“Meskipun Teheran masih mempertahankan beberapa layanan dasar, beberapa kota di selatan menghadapi pemadaman air dan listrik. Belum lagi fakta bahwa kami mengalami pemadaman internet nasional sejak 28 Februari,” kata Martinez menambahkan.

Sementara, Martinez menggambarkan bagaimana seorang petugas pencarian dan penyelamatan IFRC menemukan jenazah keluarganya sendiri di bawah reruntuhan. “Di Qom, petugas penyelamat lainnya menemukan bibinya dan suaminya bersama seorang anak kecil,” ucapnya.

“Inilah realita yang dihadapi para pekerja kemanusiaan. Menyelamatkan nyawa sambil menanggung kehilangan pribadi yang tak terbayangkan,"katanya.

Sementara, WHO mengatakan bahwa pengiriman bantuan mulai kembali normal dari Dubai. Salah satu pusat bantuan utamanya, setelah gangguan besar pada penerbangan dan pengiriman lainnya yang disebabkan oleh serangan Iran di seluruh Teluk.

“Saya akan mengatakan dua minggu pertama krisis benar-benar menghambat kami, tetapi sekarang kami menerima pemesanan untuk kargo terjadwal komersial. Dan, kami dapat mulai mengirimkan pasokan seperti yang kami lakukan di masa lalu,” kata Ketua Tim Operasi Darurat WHO, Robert Blanchard, di Pusat Logistik Dubai.

“Setelah pengurangan signifikan dalam pengiriman barang melalui udara di seluruh wilayah setelah perang meletus pada 28 Februari. Sebagian besar maskapai penerbangan di Teluk sekarang kembali ke sekitar 50 atau 60 persen dari kapasitas mereka.”

Blanchard juga mencatat bahwa lebih banyak penerbangan charter (sewaan) akan mempercepat pengiriman pasokan. “Di samping konvoi menuju Mesir yang membawa obat-obatan penyelamat nyawa untuk Gaza,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....