Arab Saudi Minta Iran Berhenti Menyerang Kawasan Timteng
- 24 Mar 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Arab Saudi meminta Iran segera menghentikan serangan ke kawasan Timur Tengah (Timteng), dalam perang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
- Arab Saudi menyambut positif atas diadopsinya resolusi nomor 2817 oleh Dewan Keamanan (DK) PBB.
- Dubes Faisal mengklaim, serangan Iran ke negara-negara tetangga di kawasan dalam perang di Timteng melebihi serangan ke Israel.
RRI.CO.ID, Jakarta - Arab Saudi meminta Iran segera menghentikan serangan ke kawasan Timur Tengah (Timteng), dalam perang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Demikian dikatakan Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah Al Amoudi saat konferensi pers, Selasa, 24 Maret 2026 di Jakarta.
“Karena terus-menerusnya Iran melakukan tindakan ini, mengakibatkan kurangnya kepercayaan dari negara-negara di kawasan. Kami menekankan kembali agar Iran segera menyetop atau menghentikan perang,” ujar Dubes Faisal menekankan.
Ia menyayangkan serangan Iran turut menargetkan sejumlah kepentingan negara-negara di kawasan termasuk di Arab Saudi. Ia menyebut, target itu tidak hanya meliputi masyarakat sipil, tetapi juga rumah-rumah penduduk hingga berbagai pusat vital lainnya yang menelan korban.
“Tindakan Iran yang terus berlanjut ini mengakibatkan kondisi di kawasan dalam kondisi tidak stabil. Tindakan Iran juga bertolak belakang atau melanggar perjanjian-perjanjian internasional yang mengatur masalah ini semuanya,” ucapnya.
Dubes Faisal menilai tindakan Iran di kawasan telah mengakibatkan kerentanan kesatuan umat Islam dan Arab Saudi mendorong Iran untuk mengkaji kembali tindakannya di kawasan. “Sekali lagi tindakan yang dilakukan Iran, terutama kepada Kerajaan Arab Saudi dan negara di kawasan tidak akan menguntungkan apapun bagi Iran,” kata Dubes Faisal.
Dubes Faisal menyebut, Arab Saudi menyambut positif atas diadopsinya resolusi nomor 2817 oleh Dewan Keamanan (DK) PBB. Resolusi ini meminta Iran segera menghentikan serangan ataupun tindakan-tindakan yang bisa meningkatkan eskalasi di kawasan.
Pada kesempatan itu Dubes Faisal juga menyoroti minimnya akses lalu-lintas di Selat Hormuz oleh Iran di tengah perang dengan Israel dan AS. Ia menyebut, tindakan Iran terutama terhadap keamanan energi akan berpengaruh terhadap keselamatan kawasan dan dunia.
“Tindakan itu telah menyebabkan persoalan keamanan di kawasan dan ekonomi dunia secara umum. Tentu kami menegaskan tindakan yang dilakukan Iran akan berdampak terhadap stabilitas secara regional ataupun secara internasional,” katanya.
Secara khusus, Dubes Faisal mengklaim, serangan Iran ke negara-negara tetangga di kawasan dalam perang di Timteng melebihi serangan ke Israel. Tindakan Iran juga disebut mengancam keamanan regional dan global terutama dari aspek ekonomi dan stabilitas.
“Kalau kita persentasekan bahwa serangan yang dilakukan Iran ke Israel itu hanya 15 persen. Sementara, serangan Iran yang dilakukan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan hampir lebih dari 85 persen,” ucapnya menekankan.
Terjadi kerusakan di sejumlah bangunan atau pusat vital atas serangan yang disebut pemerintah Arab Saudi merupakan tindakan Iran. Serangan itu terjadi sejak awal perang Iran dengan Israel dan AS dimulai yaitu pada 28 Februari 2026.
Salah satunya Kementerian Energi Arab Saudi pada awal Maret 2026 mengatakan, kebakaran telah terjadi di kilang minyak Ras Tanura di provinsi timur kerajaan. Yakni, setelah dua pesawat tanpa awak Iran dicegat, menyebabkan serpihan berjatuhan, demikian seperti dilansir dari The New York Times.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....