WHO Memverifikasi 64 Orang Meninggal dalam Serangan di Rumah Sakit Sudan
- 24 Mar 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memverifikasi, 64 orang tewas dalam serangan ke Rumah Sakit Pendidikan Al Deain
- Berdasarkan data WHO hingga saat ini jumlah total korban jiwa yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas kesehatan telah melampaui 2.000 selama perang Sudan.
- Lebih dari 12 juta orang terpaksa meninggalkan rumah dan lebih dari 33 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan akibat perang Sudan.
RRI.CO.ID, Darfur - World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memverifikasi, 64 orang meninggal dalam serangan di Rumah Sakit Pendidikan Al Deain. Serangan pada Jumat, 20 Maret 2026, malam di wilayah Darfur itu terjadi saat Sudan masih dilanda perang.
“Cukup banyak darah telah tertumpah, cukup banyak penderitaan telah ditimbulkan. Sudah saatnya untuk meredakan konflik di Sudan dan memastikan pelindungan warga sipil, petugas kesehatan, dan pekerja kemanusiaan,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir UN News, Selasa, 24 Maret 2026.
Ghebreyesus menyebut, serangan di Rumah Sakit Pendidikan Al Deain turut melukai 89 orang. Termasuk, delapan staf kesehatan, dan merusak departemen pediatri, persalinan, dan gawat darurat rumah sakit.
Rumah Sakit Pendidikan Al Deain saat ini tidak berfungsi karena kerusakan parah. Akibat serangan tersebut, yang mengakibatkan gangguan kritis terhadap layanan medis penting.
“Secara total lebih dari 720 orang telah terluka dalam serangan terhadap fasilitas kesehatan selama perang hingga saat ini. Pelayanan kesehatan seharusnya tidak pernah menjadi target, perdamaian adalah obat terbaik,” ujar Ghebreyesus menekankan.
Berdasarkan data WHO hingga saat ini jumlah total korban jiwa yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas kesehatan telah melampaui 2.000 selama perang Sudan. Serangan itu dimulai pada April 2023 antara militer yang bersaing.
Serta, selama konflik yang hampir tiga tahun, WHO telah mengkonfirmasi bahwa 2.036 orang telah tewas dalam 213 serangan terhadap fasilitas kesehatan. Jumlah ini termasuk serangan pada Jumat malam di Al Deain.
Ghebreyesus menyatakan, WHO mendukung mitra kesehatan setempat untuk membantu mengisi kesenjangan mendesak dengan meningkatkan kapasitas di fasilitas kesehatan lainnya. Menurutnya, serangan terhadap fasilitas kesehatan memiliki konsekuensi langsung dan jangka panjang bagi masyarakat yang sangat membutuhkan layanan medis darurat dan rutin.
“Kebutuhan ini termasuk memperkuat layanan perawatan kesehatan primer untuk menyediakan perawatan rawat jalan, pediatrik, dan obstetric. Kemudian, meningkatkan kapasitas untuk merawat korban luka serta menyediakan perlengkapan perawatan trauma dan obat-obatan penting,” kata Kepala WHO menambahkan.
Perang antara tentara Sudan dan RSF meletus pada pertengahan April 2023, melepaskan gelombang kekerasan yang telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan. Lebih dari 12 juta orang terpaksa meninggalkan rumah dan lebih dari 33 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
RSF mendominasi wilayah Darfur yang luas di Sudan barat. Sementara, tentara Sudan mengendalikan wilayah timur, tengah, dan utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....