Trump Kritik NATO usai Tolak Amankan Selat Hormuz
- 18 Mar 2026 15:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kekecewaan Trump terhadap NATO dan Sekutu Global
- Dampak Ekonomi dan Keamanan Energi Dunia
- Sikap Defensif Uni Eropa dan Tawaran Terbatas Prancis
RRI.CO.ID, Washington — Donald Trump mengkritik keras NATO karena menolak membantu mengamankan Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Ia menyatakan, sebagian besar sekutu Amerika Serikat juga tidak bersedia memberikan dukungan, sehingga menyulitkan upaya dalam menggalang koalisi internasional.
Trump mengklaim bahwa langkah militernya dilakukan demi kepentingan global, khususnya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Namun, konflik yang telah memasuki minggu ketiga ini mulai menimbulkan dampak signifikan terhadap ekonomi dunia, terutama pada sektor energi.
Trump mengeluhkan bahwa sekutu tidak bersedia memberikan bantuan sederhana, seperti mengirim kapal penyapu ranjau untuk menjaga jalur pelayaran. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap bertindak sendiri tanpa dukungan pihak lain.
Sementara itu, NATO menegaskan tidak akan terlibat dalam konflik karena aliansi tersebut bersifat defensif. Sejumlah negara sekutu seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan juga menolak, dilansir dari Gulf News, Rabu, 18 Maret 2026.
Kawasan Asia diperkirakan menjadi pihak yang paling terdampak karena ketergantungan tinggi terhadap impor energi melalui jalur tersebut. Uni Eropa melalui kepala kebijakan luar negeri Kaja Kallas menegaskan pihaknya tidak ingin terseret dalam konflik yang tidak mereka mulai.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesediaan membantu pengamanan Selat Hormuz, tetapi hanya dalam misi terpisah dari perang. Trump juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait dukungan militer yang terbatas.
| Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz Secara Terbatas |
Meski menghadapi penolakan luas, Amerika Serikat tetap mendorong negara-negara lain untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan kelompok sekutunya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....