Pemerintah Evakuasi 22 WNI dari Iran, Mayoritas Pelajar dan Teknisi
- 10 Mar 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Dari 22 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran mayoritas pelajar dan teknisi. Mereka tiba di Tanah Air dan telah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Para WNI patriasi atau yang dievakuasi dan pulang hari ini sebanyak 22 jiwa. Mayoritas mereka berstatus sebagai pelajar dan teknisi," ujar Menteri Luar Negeri, Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 11 Maret 2026.
Menurut Sugiono, sejak terjadinya serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, maupun dari Iran ke negara-negara tetangga di Teluk. Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang cukup berat dengan perwakilan-perwakilan RI yang ada di negara-negara tersebut.
"Hari demi hari, jam demi jam, kita lakukan penilaian terhadap situasi. Pada beberapa hari yang lalu, saya menyampaikan bahwa jika ada WNI yang ingin segera direpatriasi, khususnya di Teheran, itu bisa segera melakukan proses repatriasi tersebut," ucapnya.
Dia juga menyebut banyak faktor yang menjadi variabel didalam proses repatriasi ini, baik itu situasi keamanan setempat. Kemudian aturan yang dikeluarkan oleh otoritas tempat, kemudian juga logistiknya, jalur-jalur evakuasinya.
"Kemudian, negara mana yang wilayah udaranya terbuka, mana yang tertutup, perjalanan mana yang harus dilakukan, dan sebagainya. Dan dari koordinasi tersebut, pada sore hari ini, kita menerima kepulangan 22 WNI," kata dia.
Sugiono juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang sudah bekerja keras. Hingga proses pemulangan sudah berjalan dengan baik, mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baku.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah negara-negara yang dilewati melalui jalur darat oleh kita. Sehingga bisa sampai di Indonesia dengan selamat," ujarnya.
Di Indonesia, kata Sugiono, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak imigrasi, otoritas bandara, kepada bea cukai dan TNI/Polri. Semuanya sudah mendukung sehingga perlaksanaan pemulangan ini bisa berjalan dengan lancar.
"Saya kira itu saja yang ingin saya sampaikan dan sebenarnya juga satu pesan bahwa jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah. Perhatikan kembali status situasi yang ada, kemudian jika dianggap tidak mendesak, tidak perlu, saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan situasi benar-benar dimungkinkan," kata Sugiono.
Tetap Segar salah satu WNI asal Tangerang mengaku dirinya selama di Iran bekerja sebagai teknisi pesawat. Dirinyapun cukup senang sudah fasilitasi kembali ke Tanah Air.
"Alhamdulillah berjalan lancar dan Pemerintah Indonesia sangat baik telah memfasilitasi. Bahkan saat proses evakuasi kami diberi hotel bintang empat," ucapnya.
Segar pun bercerita situasi dan kondisi di Iran dengan adanya eskalasi Timur Tengah. Sebetulnya masyarakat di Iran dengan adanya eskalasi merasa biasa-biasa aja.
"Tapi kalau bagi warga yang baru tiba atau belum berapa lama mungkin kaget aja gitu. Sehingga mereka ada yang kepingin buru-buru keluar dari Iran sehingga mereka memutuskan untuk evakuasi mandiri," ujarnya.
Diketahui, sebanyak 22 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kedatangannya langsung disambut Menteri Luar Negeri, Sugiono beserta jajaran dari Imigrasi.
"Alhamdulillah, pada sore hari ini saya menerima kedatangan saudara-saudara kita kita yang kembali dari Teheran. Mereka yang tergabung dalam gelombang pertama proses repatriasi WNI," ujar Menteri Sugiono, Selasa 11 Maret 2026.
Sugiono mengatakan petang ini terdapat 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 WNI lagi yang berasal dari Iran menyusul akan kembali ke Tanah Air.
Kemudian, sambung Sugiono, gelombang kedua, saat ini ini sudah ada 36 WNI yang mendaftarkan diri untuk berusaha repatriasi ke Tanah Air dari Iran.
"Saya sampaikan dan mengucapkan selamat datang kembali di Tanah Air. Selamat berkumpul kembali sama keluarga di bulan yang suci ini," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....