Kloter Pertama Evakuasi WNI di Iran Tiba Hari Ini
- 10 Mar 2026 06:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akibat eskalasi Timur Tengah tiba di Tanah Air. Mereka tergabung dalam gelombang pertama dan tiba di Tanah Air, Selasa 10 Maret 2026, petang.
Petugas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Zulkarnain mengatakan informasi yang diterimanya, kedatangan dijadwalkan pada Selasa petang. Rombongan WNI tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Mereka, sambung Zulkarnain, menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK56 dari Istanbul menuju Jakarta. Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Istanbul pada pukul 02.25 waktu setempat dan tiba di Tanah Air sekitar pukul 18.00 WIB.
"Namun, berdasarkan pembaruan status penerbangan, pesawat diperkirakan tiba lebih awal sekitar pukul 17.29 WIB.
Penerbangan TK56 tersebut menggunakan pesawat Airbus A350-941 dengan registrasi TC-LGH," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima rri.co.id, Kementerian Luar Negeri mengundang awal media pada Selasa 10 Maret 2026, petang. Tujuannya guna meliput kedatangan WNI yang dievakuasi dari Iran di Lounge Kedatangan Umrah Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia gerak cepat dalam merespon konflik Iran Vs Amerika Serikat-Israel semakin memanas. Terbaru, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono telah mempersiapkan evakuasi WNI dari Iran.
Sugiono menyampaikan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran tentang rencana tersebut.
“Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” ujar Sugiono.
Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi. Hanya saja proses evakuasi dilakukan melalui Kota Baku di Azerbaijan.
"Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat," ucap Menlu.
Ia menjelaskan tidak semua WNI di wilayah terdampak konflik memilih untuk meninggalkan Iran. Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga namun, bagi mereka yang merasa perlu untuk kembali ke Tanah Air, negara memastikan prosesnya difasilitasi.
Evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru, mengingat kondisi kawasan yang dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Sugiono mengakui, situasi ke depan masih sulit diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....