Dubes Minta WNI di UEA Tak Terprovokasi Hoaks Kondisi Timteng

  • 10 Mar 2026 07:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar RI untuk Uni Emitar Arab (UEA), Judha Nugraha, meminta WNI di negara tersebut, maupun keluarganya yang ada di tanah air, tak mudah terpancing. Contohnya, kata Judha, ada konten visual mengenai rudal yang berjatuhan di berbagai wilaya UEA, padaha hal itu tak terjadi.

“Konten seperti itu tak perlu lansung dipercaya, apalagi di share. Ikuti saja informasi resmi baik dari pemerintah UEA, atau dari KBRI,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Senin 9 Maret 2026.

Judha juga meminta WNI untuk tidak membuat konten, seperti video, tentang kondisi di UEA, apalagi menyebarkannya. Pasalnya, kata dia, aturan di UEA sangat ketat mengenai hal tersebut.

“Sudah ada satu WNI yang sekarang sedang berurusan dengan kepolisian setempat karena membuat konten seperti itu. Sekarang kita sedang memberikan pendampingan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab telah menerapkan aturan yang sangat ketat terkait penyebaran informasi palsu maupun konten yang dapat menimbulkan kepanikan publik. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah menjaga stabilitas sosial serta mencegah munculnya rumor yang dapat memperburuk situasi keamanan.

Sebagi informasi, Berdasarkan Federal Decree-Law No. 34 Tahun 2021 tentang pemberantasan rumor dan kejahatan siber, pelaku penyebaran informasi palsu dapat dikenai hukuman penjara minimal satu tahun dan denda setidaknya 100.000 dirham. Bahkan dapat meningkat menjadi dua tahun penjara dan denda 200.000 dirham jika dilakukan pada saat krisis atau keadaan darurat.

Selain itu, otoritas setempat juga menegaskan bahwa menyebarkan atau mengunggah konten yang tidak diverifikasi dapat dikenai proses hukum. Judha mengatakan, pemerintah UEA juga memperingatkan publik agar tidak menyebarkan rumor atau video yang dimanipulasi secara digital.

“Apa yang dialami salah satu WNI tersebut dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Kami juga selalu menyampaikan hal ini kepada WNI yang berada di UEA dalam pertemuan-pertemuan rutin langsung maupun daring,” ucapnya.

Selain itu, kata Judha, pihaknya juga sudah menyiapkan hot line yang bisa dihubungi, baik oleh WNI ataupun keluarganya di Indonesia. Hal ini, ujarnya, agar WNI dan keluarganya bisa langsung dapat menghubungi hot line yang disediakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....