Ketua D-8, Indonesia Dorong Deeskalasi pada Perang Iran, Israel dan Amerika Serikat

  • 06 Mar 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perang antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat, menjadi perhatian khusus bagi Indonesia yang pada 2026 merupakan Ketua Developing 8 (D-8). Hal itu disebabkan, Iran merupakan salah satu anggota pada organisasi yang didirikan pada 1997 ini.

Ketua D-8 Indonesia disebut terus mengikuti perkembangan terkait perang yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026 ini. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang pada press briefing, Jumat, 6 Maret 2026 di Ruang Palapa, Jakarta.

Menurut Yvonne, sebagai Ketua D-8, Indonesia turut menekankan pentingnya deeskalasi. Serta, agar berbagai pihak untuk terus menahan diri.

“Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara seksama. Sebagai Ketua D-8 kita juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan berbagai pihak untuk terus menahan diri,” ujar Yvonne menambahkan.

Yvonne menyebut, sebagai Ketua D-8 pada 2026, Indonesia juga terus berkomunikasi erat dengan negara-negara anggota termasuk Iran. Hal dilakukan guna mendapatkan perkembangan terkini terkait situasi di lapangan.

Sementara, adanya perang antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, dipastikan saat ini tidak berdampak pada persiapan menjelang KTT D-8 ke-12. Adapun, KTT D-8 itu akan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta.

“Khusus terkait KTT D-8 yang akan dijadwalkan pada April, semua persiapan terus berjalan dan saat ini hingga saat ini Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan. Dan, terus berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8. khususnya terkait dengan kondisi dan situasi di lapangan yang terjadi saat ini,” kata Jubir Kemlu RI menekankan.

Sebelumnya, Iran mendesak negara-negara Developing 8 (D-8) untuk mengutuk serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negara itu pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers, Senin, 2 Maret 2026, sore di kediaman dinas, Jakarta.

“Kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh AS dan rezim zionis Israel terhadap negara kami. Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama, setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil ke langkah berikutnya,” ujar Boroujerdi menambahkan.

Boroujerdi mengharapkan, KTT D-8 di bawah Keketuaan Indonesia pada 2026, untuk turut memberikan kutukan terhadap serangan akhir pekan lalu ke Iran. “Kami ingin D-8 berdiri pada sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami,” katanya.

Adapun Iran merupakan satu anggota pendiri Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 (Developing-8), yang secara resmi dibentuk pada 15 Juni 1997 melalui Deklarasi Istanbul. Dalam struktur D-8, Iran bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kegiatan di bidang sains dan teknologi.

Iran pernah menjadi tuan rumah KTT D-8 ke-4 pada Februari 2004 di Teheran. Terbaru, Presiden Masoud Pezeshkian menghadiri pertemuan D-8, Desember 2024 di Kairo, menekankan komitmen Iran dan mengusulkan dana pengembangan D-8.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....