KP2MI Tempatkan 423 Perawat di Jerman
- 05 Mar 2026 16:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) telah menempatkan 423 perawat di negara Jerman. Teranyar, sebanyak 29 jiwa yang berasal dari 11 provinsi kembali diberangkatkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Alhamdulillah 29 PMI (Pekerja Migran Indonesia, Red) untuk perawat ya, yang akan berangkat bekerja di Jerman. Nah, ini untuk sampai ke tahap ini nih perjuangan yang luar biasa," ujar Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani di Lounge P2MI Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 5 Maret 2026.
Christina mengatakan sejauh ini sejak program G-to-G Triple Win perawat ini diluncurkan pada 2021. "Itu dimulai ya, pelatihan bahasa Jerman dan penempatan pertama di tahun 2023, maka sejauh ini sudah ada 423 perawat Indonesia di Jerman," ucapnya.
Kemudian untuk yang baru diberangkatkan ini, lanjutnya, mereka belajar bahasa Jerman sudah cukup lama, sehingga bisa menguasai dan lulus ujian untuk kemudian bisa berangkat. Tentunya mereka ini memiliki background keperawatan.
"Tadi banyak sekali macam-macam, ada yang dari lulusan universitas, ada yang dari Poltekkes, ada yang dari STIKes dan juga ada yang dari Akademi Keperawatan.
Ada 11 provinsi, mewakili 11 provinsi mulai dari Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Banten dan lain-lain," kata dia.
Dia juga menegaskan ini jadi bukti bahwa program G-to-G Triple Win perawat ke Jerman sebetulnya bisa diakses oleh siapa saja. "Nah, ini bukti tadi bahwa hari ini kita berhasil melepas 29 adik-adik untuk berangkat ke Jerman dan tentunya harapan kami, mereka akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menimba ilmu, untuk belajar lagi karena mereka nanti akan melakukan penyetaraan agar ijazahnya bisa disetarakan di sana," ujar Chistina.
Menurut Chistina menjadi perawat profesional akan lebih banyak lagi benefit yang mereka bisa dapatkan. Bahkan, mereka nantinya juga bisa membawa anggota keluarga.
"Nah, ini sesuatu yang luar biasa, gajinya juga jauh lebih besar lagi. Sekarang juga sudah bagus, nanti akan jauh lebih besar lagi dan ini kesempatan yang luar biasa," kata dia.
Direktur Penempatan Pemerintah KP2MI, Dyah Rejekiningrum menambahkan bila KP2MI memiliki komitmen untuk membuka lebih banyak lagi peluang kerja di negara-negara yang baik. Lalu memiliki perlindungan yang optimal bagi pekerja migran Indonesia.
"Untuk penempatan yang dilepas hari ini ada empat rumah sakit tadi ya dan tersebar di empat kota. Ada yang klinik, ada juga yang panti lansia," ucap Dyah.
Kemudian, sambung Dyah, mengenai pelatihan bahasanya itu pasti penuh tantangan. Maksimal pelatihan dilakukan selama 18 bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....