Irak Pangkas Produksi Minyak usai Selat Hormuz Ditutup
- 05 Mar 2026 13:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Baghdad — Irak mengumumkan pemangkasan produksi minyak mentah menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah eskalasi konflik kawasan. Kementerian Perminyakan Irak dalam pernyataan Selasa, 3 Maret 2026 malam menyebut langkah itu diambil karena ekspor minyak menurun.
Melansir dari Anadolu, sebagian pengiriman bahkan terhenti akibat terganggunya jalur pelayaran utama tersebut. Meski produksi dikurangi, pemerintah menegaskan operasional kilang di seluruh wilayah selatan, tengah, dan utara tetap berjalan dengan kapasitas penuh.
Produksi bahan bakar dan berbagai produk turunan minyak untuk kebutuhan domestik dipastikan tidak terdampak. Surplus produksi akan disimpan untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.
Penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran yang memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas berisiko diserang. Jalur tersebut merupakan rute vital yang menghubungkan ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia ke pasar global.
Pengiriman dilakukan melalui Laut Arab dan Samudra Hindia. Rute ini menjadi tumpuan bagi produsen utama seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Qatar.
Pasar Eropa serta negara-negara Asia juga sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati selat tersebut. Langkah Iran menutup selat terjadi setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Situasi ini semakin memperparah ketidakpastian pasokan energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....