Pemerhati Beri Apresiasi untuk Manuver Damai dari Presiden Prabowo
- 04 Mar 2026 20:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator atas konflik AS-Iran menuai apresiasi. Inisiatif itu dinilai mencerminkan kepemimpinan yang berani dan progresif.
Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro. Ia menilai langkah itu menunjukkan Indonesia tetap memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif.
“Ini langkah maju yang membuat politik luar negeri kita lebih atraktif,” ujar Agung, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu, 4 Maret 2026. Ia menyebut langkah ini lebih baik, disaat banyak negara hanya memilih diam atau sekadar mengutuk.
Menurutnya, keberanian menawarkan mediasi menunjukkan komitmen terhadap perdamaian dunia. Indonesia, lanjutnya, dinilai hadir sebagai penyeimbang di tengah eskalasi konflik.
Diketahui, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak luas. Ketegangan itu berisiko mengganggu stabilitas energi global.
Agung mengingatkan potensi gangguan bila Selat Hormuz ditutup. Penutupan jalur vital itu dapat memicu lonjakan harga minyak.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif. Pengendalian harga dan diversifikasi impor harus dipastikan berjalan.
Di tengah dinamika tersebut, Agung mengatakan, peran Presiden Prabowo Subianto dianggap relevan. Indonesia dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi kedua pihak.
Meski hubungan diplomatik dengan Israel belum terjalin, posisi itu justru menguntungkan. Hal ini menunjukkan Indonesia tidak memiliki kepentingan tersembunyi selain mendorong perdamaian.
“Kita benar-benar berada di tengah tanpa memihak,” ucap Agung. Ia berharap inisiatif mediasi mampu meredakan ketegangan di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....