Mantan Menlu RI: Perang Iran-Amerika akan Berdampak pada Dunia
- 04 Mar 2026 14:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda mengatakan perang Iran dengan Israel-Amerika Serikat memberikan dilema bagi Indonesia dan negara lain. Apalagi jika komunitas global , Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mampu mencegah perang.
"Ini persoalan atau dilema yang kita hadapi, dihadapi oleh banyak negara, bukan hanya kita sendiri. Ketika tatanan dunia sudah tidak lagi efektif dan tidak ada lagi peluang kepada negara yang menjadi korban serangan militer untuk mengadu kepada siapa," kata Hassan dalam keterangan pers usai berdialog kebangsaan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
"Karena PBB sudah tidak berperan, dan aturan atau rule based order hanya on paper. Memang tidak ada kekuatan pemaksa, apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar," ujarnya.
Dampak yang besar itulah, Presiden Prabowo mengundang mantan presiden dan wakil presiden, ketua umum partai politik dan tokoh seperti mantan menteri luar negeri. Pertemuan berlangsung selama 3,5 jam yang diisi dengan diskusi mengenai isu memanasnya eskalasi di Timur Tengah.
"Karena itu Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah. Dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini," ujarnya.
Hassan mengatakan dalam diskusi, Presiden Prabowo memberikan penjelasan terkait perang antara Iran dengan Amerika Serikat dengan sekutunya. Hassan menyebut Presiden Prabowo memetakan navigasi Indonesia di tengah perang yang berkecamuk Iran dan Amerika-Israel.
"Bapak Presiden, menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita di antara, bukan hanya dua karang, tapi sekarang beberapa karang, dan itu tidak mudah. Karena itu didiskusikan tentang implikasinya terhadap keamanan dan perdamaian dunia, ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak, dan gas," ujarnya.
Ia mengatakan Presiden Prabowo kerap mengundang para tokoh untuk berdiskusi membahas isu keamanan global. Presiden Prabowo menerima masukan dan usulan dari tokoh.
Presiden Prabowo Subianto pernah mengundang ulama dan tokoh Ormas Islam pada Selasa 3 Februari 2026. Kemudian mengundang sejumlah mantan menteri luar negeri dan wakil menteri Republik Indonesia , Rabu 4 Februari 2026.
Presiden Prabowo berdialog terkait Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board Of Peace (BoP). Presiden Prabowo memberikan penjelasan terkait alasan Indonesia bergabung ke BoP.
"Sebelumnya kita tahu kesempatan briefing oleh Presiden terhadap berbagai kelompok melalui pertemuan seperti ini, yang sifatnya briefing, kemudian dialog atau tanya jawab. Selebihnya ya masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran, Presiden sangat terbuka untuk dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta," kata Hassan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....