Konflik Timteng, Lebih dari 30.000 Warga Lebanon Mengungsi

  • 04 Mar 2026 13:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Beirut — Lebih dari 30.000 orang terpaksa mengungsi di Lebanon akibat eskalasi perang di Timur Tengah, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Situasi memburuk setelah konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah semakin intensif, dengan serangan udara yang terus menyasar wilayah Lebanon.

Serangan Israel terutama menghantam pinggiran selatan Beirut dan wilayah selatan negara tersebut. Sebelumnya, peringatan evakuasi telah dikeluarkan bagi warga di lebih dari 53 desa, dilansir dari France24, 4 Maret 2026.

Akibatnya, ribuan penduduk meninggalkan rumah mereka demi mencari keselamatan di wilayah lain. Lebih dari 31.000 orang kini ditampung di tempat penampungan kolektif, menurut juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR).

Banyak pengungsi dilaporkan tidur di mobil di pinggir jalan atau terjebak kemacetan saat berusaha keluar dari Beirut Selatan. Sementara itu, sebagian lainnya berjalan kaki dengan membawa barang seadanya.

Pengungsian besar juga dilaporkan terjadi di wilayah Bekaa dan sepanjang perbatasan Lebanon-Suriah. UNHCR mencatat peningkatan pergerakan warga, termasuk beberapa ratus pengungsi Suriah yang kembali ke negara asalnya.

UNHCR juga menyiapkan rencana darurat jika jumlah pengungsi terus bertambah. Kantor HAM PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

Kantor HAM PBB juga mendesak kedua pihak untuk segera kembali pada gencatan senjata yang telah disepakati. Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) mulai menyalurkan bantuan makanan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

WFP menyediakan makanan panas dan ransum siap saji. WFP juga bekerja sama dengan pemerintah Lebanon untuk menyiapkan bantuan tunai darurat bagi 100.000 orang jika situasi semakin memburuk.

Konflik tersebut juga mengganggu jalur udara dan pelayaran di kawasan. Akibatnya, WFP terpaksa mencari alternatif jalur darat untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap tersalurkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....