Dubes RI untuk Kuwait Kabarkan Situasi usai Serangan Iran
- 04 Mar 2026 12:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan 10 drone ke pangkalan AS yang berada di Kuwait sebagai serangan balasan. Dubes Indonesia untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti mendengar ledakan keras dekat Wisma Duta Mishref, Kuwait.
"Saya sendiri mendengarnya saat tarawih, sekitar pukul 8 lewat, sekitar pukul 8 malam. Sirene 2 kali, cukup panjang, dan Alhamdulillah tidak disertai dengan dentuman-dentuman." katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 4 Maret 2026.
Setelah terdengar bunyi ledakan keras, ia langsung berkomunikasi dengan WNI di sejumlah wilayah melalui sejumlah aplikasi pesan. Ia mengungkap kondisi WNI tetap tenang, tidak panik.
Menurutnya, langkah antisipasi telah disiapkan jauh hari. Sejak Juni lalu, KBRI Kuwait telah membentuk jaringan kontak person di setiap koordinator wilayah (korwil).
"Ada 38 ormas, kemudian juga Forum Diaspora Indonesia di Kuwait. Hubungan kami sangat erat dan komunikasi berjalan intens, jadi setiap ada sirene atau dentuman, teman-teman langsung melaporkan," ujarnya.
Ia menegaskan, KBRI terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi aktif. Salah satunya dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan seluruh WNI di Kuwait.
Ia menyebutkan, berdasarkan data terbaru, jumlah warga negara Indonesia di Kuwait mencapai sekitar 6.300 orang. Namun, sesuai catatan resmi KBRI Luar Negeri (KBLU), tercatat sebanyak 6.088 WNI yang saat ini berada di negara tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 3.800 orang merupakan pekerja migran Indonesia. Sementara sisanya adalah anggota keluarga, termasuk anak-anak dan pasangan yang tinggal bersama.
Ia memastikan, seluruh WNI tersebut terus dalam pemantauan dan berada dalam jaringan komunikasi KBRI. "Pemerintah Kuwait agar seluruh warga diimbau untuk tinggal di rumah, dan disarankan sholat taraweh di rumah masing-masing," ucapnya.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) melaporkan jet tempur F-15 Strike Eagle ditembak secara keliru. Saat menjalankan patroli di tengah situasi pertempuran aktif melawan serangan pesawat, rudal balistik, dan drone Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran akan mengirimkan nota protes resmi kepada pemerintah Kuwait. Ia menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya, secara tidak sengaja menembak jatuh tiga jet tempur AS.
"Jika klaim itu benar bahwa pesawat-pesawat ini ditembak jatuh oleh pertahanan Kuwait. Kuwait harus menjawab apa yang dilakukan pesawat-pesawat ini di sana sejak awal," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....