Iran Desak D-8 Kutuk Serangan Israel dan Amerika Serikat

  • 03 Mar 2026 05:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Iran mendesak negara-negara Developing 8 (D-8) untuk mengutuk serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negara itu pada Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers, Senin, 2 Maret 2026, sore di kediaman dinas, Jakarta.

“Kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh AS dan rezim zionis Israel terhadap negara kami. Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama, setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil ke langkah berikutnya,” ujar Boroujerdi menambahkan.

Boroujerdi mengharapkan, KTT D-8 di bawah Keketuaan Indonesia pada 2026, untuk turut memberikan kutukan terhadap serangan akhir pekan lalu ke Iran. “Kami ingin D-8 berdiri pada sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami,” katanya.

Adapun Iran merupakan satu anggota pendiri Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 (Developing-8), yang secara resmi dibentuk pada 15 Juni 1997 melalui Deklarasi Istanbul. Dalam struktur D-8, Iran bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kegiatan di bidang sains dan teknologi.

Iran pernah menjadi tuan rumah KTT D-8 ke-4 pada Februari 2004 di Teheran. Terbaru, Presiden Masoud Pezeshkian menghadiri pertemuan D-8, Desember 2024 di Kairo, menekankan komitmen Iran dan mengusulkan dana pengembangan D-8.

Sementara, serangan Israel dan AS ke Iran selain menewaskan warga sipil, turut menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas pada Minggu, 1 Maret 2026. Serangan di kompleks tempat tinggal itu, juga menyebabkan anak perempuan, dua menantu dan cucu Khamenei tewas.

Perang antara Iran dan Israel yang didukung AS ini juga menyebabkan eskalasi di kawasan Timur Tengah dan menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Kemlu RI mengimbau WNI yang berencana melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

“Kementerian Luar Negeri turut mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah. Agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, Minggu, 1 Maret 2026 di Jakarta.

Yvonne memastikan Direktorat Pelindungan WNI dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif. Serta, berkoordinasi dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing.

Menurut Yvonne perwakilan RI telah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat. Serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Perwakilan RI di sejumlah negara Timur Tengah diketahui jumlah WNI tercatat sebanyak 519.042 orang. Data dari Kemlu RI ini merupakan yang dihimpun hingga 28 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....